JAKARTA, GORIAU.COM - Suasana rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan, Jakarta kini memiliki suasana paska ditahannya Gubernur Riau HM Rusli Zainal dalam kasus suap PON dan Kehutanan di Riau. Pasalnya, sejak Rusli Zainal ditahan, suasana di lokasi ini semakin sering didatangi para pejabat khususnya pejabat Pemprov Riau.

Kedatangan pejabat ini, bukan hanya untuk membesuk, tapi untuk kepentingan dinas, yaitu untuk mendapatkan tanda tangan gubernur yang sampai saat ini merupakan pejabat yang sah sebagai orang nomor satu di Riau.

Seperti yang terlihat, Senin (23/9/2013) hari ini, beberapa pejabat Riau juga kembali hadir di Rutan KPK, di antaranya Sekdaprov Riau Zaini Ismail, Kepala Biro Keuangan Setdaprov Riau Jonli, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Riau Surya Maulan dan sejumlah kerabat keluarga Gubri.

Para pejabat Pemprov Riau ini datang ke Rutan KPK dengan membawa setumpuk map berisi dokumen yang harus ditanda tangani Rusli Zainal.

Menurut pengakuan sumber yang berkunjung namun tak bersedia namanya ditulis mentaakan, sebenarnya sebagian para pejabat merasa repot juga harus bolak-balik Jakarta-Pekanbaru untuk meminta tanda tangani gubernur. Tapi karena tugas mau tidak mau para pejabat ini harus terus mendatangi Rutan KPK.

Sementara itu dari infornamsi yang dihimpun di KPK, masa tahanan Rusli Zainal di Rutan KPK Jakarta tak lama lagi. Awal Oktober nanti berkas perkara Rusli Zainal akan dilimpahkan ke penuntut KPK untuk di proses di Pengadilan Tipikor sehingga para pejabat Riau tak usah repot-repot lagi mendatangi Rutan KPK, Jakarta. (amd)