JAKARTA – Gangguan besar pada sistem komputer terjadi di seluruh bandara Jerman, menyebabkan kepolisian tidak dapat memeriksa data penumpang dari negara-negara di luar kawasan Schengen. Insiden ini memicu antrean panjang di berbagai titik pemeriksaan imigrasi.

Seorang juru bicara kepolisian mengungkapkan kepada harian Bild pada Jumat (tanggal tidak disebutkan) bahwa untuk sementara waktu mereka harus memeriksa data secara manual, memperlambat proses yang biasanya berjalan otomatis.

Menurut laporan terbaru dari Bild, gangguan ini telah berhasil diatasi. Penyebabnya diketahui berasal dari masalah teknis pada sistem komputer Kantor Kepolisian Kriminal Federal Jerman.

Kekurangan Anggaran, Infrastruktur TI Usang

Heiko Teggatz, Kepala Serikat Polisi Federal, menyatakan bahwa insiden seperti ini sudah lama diprediksi. Menurutnya, kekurangan anggaran selama tiga tahun terakhir telah membuat pembaruan infrastruktur teknologi informasi (TI) menjadi mustahil.

"Kami sudah berkali-kali membawa masalah ini ke perhatian Kementerian Dalam Negeri, tetapi Menteri Nancy Faeser terus mengabaikannya," tegas Teggatz.

Ia mengungkapkan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbarui sistem TI diperkirakan mencapai 150 juta euro, atau sekitar Rp2,5 triliun.

Gangguan teknis ini menunjukkan pentingnya modernisasi sistem di lembaga-lembaga vital seperti kepolisian. Kekacauan serupa, jika terus terjadi, berpotensi mengganggu aktivitas di bandara yang merupakan pusat mobilitas internasional Jerman.  (ant)