PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah kolaboratif dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Siak. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau melibatkan 24 perusahaan untuk memperbaiki ruas jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur.

Langkah ini diambil mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur vital mobilitas industri. Aktivitas pengangkutan komoditas kelapa sawit, kayu, hingga lalu lintas dari kawasan industri Perawang menuju jalur lintas timur memberikan beban berat bagi infrastruktur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi menjelaskan bahwa pemerintah daerah menangani sepanjang 1 kilometer dari total kerusakan. Sementara sisanya, penanganan kerusakan dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta.

"Dinas PUPR-PKPP Riau melakukan penanganan sepanjang 1 kilometer dari total kerusakan jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur itu. Sisanya kami menggandeng pihak swasta," ujar Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).

Ia menegaskan, guna menghindari kerusakan yang terus berulang, pengerjaan jalan ini menggunakan konstruksi rigid pavement atau pengerasan kaku. Metode ini dinilai paling efektif untuk menahan beban kendaraan industri yang melintas setiap harinya.

Sebanyak 24 perusahaan yang terlibat, di antaranya Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pelindo, Indah Kiat Pulp and Paper, Arara Abadi Group, serta berbagai perusahaan sawit dan transporter lainnya. Seluruh perusahaan tersebut dibagi ke dalam empat klaster yang masing-masing bertanggung jawab atas perbaikan sepanjang 700 meter.

Zulfahmi merinci, pengerjaan oleh Dinas PUPR-PKPP Riau sendiri sudah dimulai sejak Juni lalu, dimulai dari titik STN 0+100 setelah keluar tol. Targetnya, pekerjaan sepanjang 3,4 kilometer yang direncanakan tahun ini dapat tuntas pada Desember mendatang.

"Klaster Migas yang dikoordinir PT PHR akan memulai pekerjaan pada Agustus, Klaster Perkayuan oleh PT Arara Abadi pada Oktober, Klaster Sawit oleh PT Surya Inti Raya pada Oktober, dan Klaster Transporter oleh PT Pelindo juga mulai Oktober," jelasnya.

Investasi yang dikucurkan untuk perbaikan ini cukup fantastis. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp10 miliar untuk 1 kilometer jalan beton, sementara total investasi pihak perusahaan dalam perbaikan ruas jalan ini mencapai Rp28 miliar.

Zulfahmi berharap model kerja sama seperti ini dapat terus ditingkatkan ke depannya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.

"Kita memang mengharapkan kolaborasi seperti itu. Terima kasih kepada perusahaan yang telah menjalin kerja sama ini. Ke depannya akan terus kita tingkatkan," katanya. ***