KOTOGASIB, GORIAU.COM - Sudahlah tidak memiliki lokal dan menumpang di MDA desa, gaji kelas jauh SMPN 1 Kotogasib yang terletak di Desa Rantau Panjang, juga tidak jelas. Hingga kini, guru honor belum menerima bantuan dari Pemkab Siak maupun pemerintah pusat.
Salah satu pengurus Komite Sekolah SMPN 1 Koto Gasib Kelas Jauh, Dafri, Senin (28/1/2013) mengakui kalau para guru yang mengabdi di sekolah tersebut belum mendapatkan honor dari Pemkab. Saat ini mereka hanya menerima bantuan dari pihak desa dan bantuan masyarakat
''Inilah perjuangan kami untuk memajukan desa, SMP kami masih menumpang di PDTA bahkan guru non PNS sampai saat ini belum ada yang mendapatkan gaji honor dari pemerintah, meskipun demikian mengajar tetap di lakukan para guru, karena kami sadar jika tidak ada yang bersedia mengabdi di sekolah ini tentunya siswa akan terlantar atau bahkan putus sekolah,'' ujarnya.
Dikatakan, siswa Kelas Jauh SMPN 1 Koto Gasib, umumnya berasal dari golongan yang kurang mampu sehingga orang tuanya tidak bisa menyediakan fasilitas kendaraan yang digunakan ke sekolah, jika sekolah ini tutup tentunya nanti banyak siswa yang putus sekolah.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Rantau Panjang Budi Santoso. Dirinya mengaku karena guru honor belum mendapat gaji, maka pihak desa mengambil kebijakan yakni, memotong gaji dari aparat desa untuk membantu guru honor di sekolah tersebut.
“Sekarang sudah ada tanah hibah untuk pembangunan gedung SMP, kami berharap pemerintah dapat segera menurunkan bantuan gedung. Mengenai gaji guru, kami sadar yang kami berikan itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan kerja guru. Dan melalui dinas terkait, kami berharap akan ada perhatian untuk guru yang ada, kami khawatir semangat guru mengajar pudar dan akan berdampak pada kualitas pendidikan,” harap Budi Santoso
Lebih jauh Budi Santoso mengatakan, SMP itu memang sudah selayaknya berdiri di Desa Rantau Panjang mengingat pendukung sekolah sudah tersedia. "Saat ini murid yang sekolah di SMP kelas jauh itu berjumlah 48 orang murid, dan kemungkinan akan bisa bertambah mengingat selain dari Desa Rantau Panjang, desa tetangga pun menyekolahkan anaknya di SMP kelas jauh itu" kata Budi Santoso. (sks)