
PEKANBARU - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menilai uang Rp3 miliar yang disedot dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau untuk Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak bermanfaat bagi enam juta penduduk Provinsi Riau.
"Uang Rp3 miliar itu banyak, menggenjot ekonomi yang bagaimana? Apakah manfaatnya bisa dirasakan oleh enam juta penduduk Riau, kan tidak," ungkap koordinator Fitra Riau, Usman kepada GoRiau.com, Kamis (19/11/2015).
Terkait ribuan tamu kongres HMI yang akan datang ke Riau, Usman membenarkan bahwa ribuan tamu tersebut pasti akan membutuhkan jasa angkutan, penginapan, konsumsi dan wisata. Namun ia kembali menyatakan hal itu tidak serta merta menggenjot ekonomi masyarakat, melainkan hanya akan dinikmati oleh pelaku-pelaku bisnis.
"Mereka pasti membutuhkan tempat tinggal dan makanan, tapi apakah hal ini akan bersentuhan langsung dengan masyarakat ekonomi lemah? Tentu yang menikmati ini hanya orang-orang pelaku bisnis," kata Usman.
Fitra Riau juga menilai dana bantuan sosial sangat tidak wajar jika dikucurkan bermiliar-miliaran untuk acara seukuran organisasi mahasiswa. Selain itu, keputusan Pemerintah Provinsi Riau mengucurkan dana Rp3 miliar tersebut diprediksi akan menimbulkan kecemburuan bagi kalangan organisasi lainnya.
Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman terkesan tidak mempermasalahkan kucuran dana tersebut. Hal itu diungkapkannya sebagai bentuk dukungan untuk generasi muda Riau dalam menggelar acara bertaraf nasional.
"Jangan lihat besarnya dana, tapi lihat juga manfaatnya untuk menggenjot perekonomian. Selain itu, kalau Presiden Jokowi datang kan saya bisa sampaikan juga apa kendala yang ada di Riau," papar Andi Rachman sapaan akrab Plt Gubri.***