PEKANBARU, GORIAU.COM - Langkah yang diambil Pemkab Pelalawan yang melarang seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) membeli tandan buah segar (TBS) sawit yang berasal dari Taman Nasional Tesso Nilo terus mendapat dukungan. Selain menyelamatkan harga sawit Riau di pasar internasional, langkah itu, juga merupakan upaya besar dalam penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo dari kepunahan.

Pasalnya, jika ada TBS sawit petani Tesso Nilo diberi toleransi, maka semua akan minta toleransi dan perambahan akan semakin merajalela, bahkan semua warga negara menuntut hak yang sama dalam berebut lahan kebun di Tesso Nilo.

Sementara itu, Dinas Perkebunan (Disbun) Riau melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Ferry HC, Minggu (31/3/2013) saat dimintai tanggapannya mengatakan, kebijakan pelarangan PKS membeli TBS sawit yang berasal dari Tesso Nilo sudah langkah benar karena asal usul TBS sawit harus jelas.

"Langkah PKS seperti PT Inti Indosawit tidak menerima TBS dari Tesso Nilo adalah benar. Sebab, perusahaan tentunya tidak mau ambil resiko dengan dicabutnya sertifikat RSPO, karena akan berdampak pada penjualan CPO di pasar internasional," ungkapnya.

Ketua Tim Penetapan Harga Pembelian TBS sawit Provinsi Riau inipun mengatakan bahwa, sudah ada ketentuan kawasan TNTN itu dilindungi pemerintah. Namun, tetap saja terjadi perambahan dan ditanami kebun sawit. ''Maka, wajar saja perusahaan PKS untuk seletif,'' tegasnya.

Ferry juga mengingatkan agar seluruh PKS tidak membeli TBS sawit yang berasal dari kawasan TNTN. "Kita minta perusahaan PKS, baik di Kabupaten Pelalawan maupun kabupaten lain sekitarnya ini untuk tidak membeli TBS sawit berasal kawasan TNTN. Karena TBS ini tidak jelas," terangnya.

Dikatakan, selain berdampak pada penjualan Crude Palm Oil (CPO) nantinya juga perusahaan yang menerima TBS sawit dari TNTN juga akan beresiko pencabutannya sertifikat RSPO dimiliki perusahaan. Sehingga, CPO yang dihasilkan tidak bisa dijual bebas di pasar internasional. Ini jelas tindakannya yang merugikan.

"Kita minta perusahaan PKS berhati-hati membeli TBS yang berasal dari kawasan TNTN. Karena TBS yang dijual itu merupakan produksi dari pengrusakan lingkungan,'' tutup Ferry. (rdi)