
TELUKKUANTAN – Pasokan minyak goreng dari distributor ke agen di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tidak ada sejak Februari 2022. Hal ini menjadi penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng. Sejak itu pula, muncul fenomena baru di tengah masyarakat Kuansing.
Adalah minyak sulit didapatkan di pasar tradisional, warung hingga toko modern. Seiring dengan itu, bermunculan pedagang dunia maya. Mereka menjajakan minyak goreng di marketplace.
Dari penelusuran GoRiau.com di marketplace Kuansing, para pedagang online menjual minyak goreng dengan harga bervariasi. Tentunya, harga tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Ready... Minyak goreng, edisi terbatas siapa cepat dia dapat," tulis akun facebook Na*** yang dibaca GoRiau.com, Ahad (6/3/2022) siang.
Sebagian penjual sengaja tidak mencantumkan harga. Ketika ada netizen yang bertanya harga, ia meminta pertanyaan melalui inbox. Namun, ada juga yang menampilkan harga Rp40 ribu untuk dua liter minyak goreng.
Tidak hanya jual eceran, sebagian pedagang online juga menjual minyak goreng per kotak dengan harga mencapai Rp225 ribu.
Terkait fenomena ini, Kepala Dinas Koperasi UKM Dagrin Kuansing, Azhar mengucapkan terimakasih kepada pedagang online yang telah menyediakan minyak goreng untuk masyarakat.
"Mereka telah membantu ketersediaan minyak goreng. Karena masalah yang kita hadapi saat ini adalah kelangkaan minyak goreng," ujar Azhar, Senin (7/3/2022) di Telukkuantan.
Azhar mengaku telah menelusuri sumber minyak yang beredar di marketplace Kuansing. Dari hasil pemantauan, ternyata para pedagang online mendapatkan minyak dengan cara berbelanja di luar daerah.
"Mereka berbelanja ke Sumbar dan Pekanbaru. Kemudian, dijual di Kuansing. Bagi yang ada warung, ya di warungnya. Bagi yang tak ada, mereka jual di marketplace," tutup Azhar.***