
JAKARTA -- Presiden Turki Recep Rayyip Erdogan telah mengganti nama negara yang dipimpinnya itu menjadi Turkiye. Pergantian nama itu baru saja diumumkan Presiden Erdogan secara resmi pekan ini.
Dikutip dari detikTravel yang melansir media Afar, Selasa (25/1/2022), frasa Türkiye sendiri merepresentasikan budaya, peradaban dan nilai bangsa yang terbaik. Ke depannya, Erdogan bahkan memerintahkan UMKM untuk meluncurkan produk dengan brand made in Türkiye.
Beberapa media lokal juga mengungkapkan, kalau Erdogan akan menggunakan frasa Türkiye dalam semua bentuk komunikasi formal dan semua situs resmi pemerintah. Alasan lain, frasa Türkiye juga membedakan nama Turki dari burung Turkey atau kalkun yang identik di momen hari Thanksgiving AS.
Terkait alasan terakhir, masyarakat Turki sebenarnya tak ambil pusing. Faktanya, masyarakat Turki telah menyebut frasa Türkiye sejak merdeka tahun 1923 silam.
Sayangnya, Turki terjebak dalam identitas Turkey yang populer dalam bahasa Inggris. Adapun inisiatif Erdogan itu mendapat pujian dari kalangan internal, walau ada juga yang menyebutnya tak efektif.
Perubahan nama negara Turki itu juga dilihat sebagai manuver politik Erdogan yang tengah bersiap untuk menghadapi pemilu mendatang tahun 2023, atau setahun sebelum pemilu Indonesia.***