
PEKANBARU - Sistem elektronik atau e-MTQ yang digunakan dalam pendaftaran Musabaqah Tilawatil Quran XXXV Provinsi Riau belum sepenuhnya dapat mengatasi ataupun menjamin kabupaten/kota tidak melakukan praktik 'impor' qori dan qoriah dari daerah lain.
Ketika dikonfirmasi terkait ini, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman tidak menampik bahwa sistem e-MTQ yang baru dua kali diterapkan di Indonesia tersebut belum sepenuhnya sempurna. Ia pun menyakinkan diri untuk menjadikan penerapan sistem elektronik yang pertama kalinya diterapkan di Riau itu sebagai tolak ukur penyelenggaraan e-MTQ kedepannya.
"Yang penting semangat dulu. Lebih kurangnya bisa dievaluasi nanti. Semangatnya harus tetap ada," ungkap Andi Rachman kepada GoRiau.com usai mengikuti acara Gema Muharram di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (11/10/2016).
Saat mengunjungi Negeri Seribu Parit itu pun, Andi Rachman sempat menyerap aspirasi dan pengalaman Inhil saat mengikuti pelaksanaan administrasi e-MTQ yang mereka alami.
"Saya juga tanya kepada pak Wardan. Tidak ada masalah dengan e-MTQ, malah mendukung," ungkap Andi Rachman. ***