PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Empat Desa dari 153 desa/kelurahan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan dijadikan budidaya madu lebah, sebab dinilai sangat potensial.

Keempat desa itu, bakal dijadikan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul sebagai pilot project Tahun Anggaran 2014 ini.

Program Dishutbun Rohul itu sudah diajukan anggarannya supaya di tampung pada APBD Rohul tahun 2014 ini.

"kita ajukan melalui APBD murni 2014, untuk peralatan panen, koloni atau rumah lebah madu, hingga ke pemeliharaannya," terang Kadishutbun Rohul Sugiyarno SP, Minggu, (9/2/2014).

Ke empat desa yakni Desa Rambah Jaya Kecamatan Bangun Purba, Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir, Kata Sugiyarno di dua desa tersebut, berpotensi hasilkan madu berkualitas, untuk memanfaatkan bunga pohon akasia milik PT Sumatera Syilvia Lestari (SSL).

Ke depan selain melalui program Pemkab Rohul, Dishutbun Rohul juga akan dilakukan kerjasama dengan PT SSL dalam pengembangannya, sehingga ekonomi masyarakat bisa ditingkatkan.

Sedangkan dua desa lainnya, yakni Desa Dayo, Kecamatan Tandun, bisa menghasilkan madu dari bunga sawit, kemudian satu desa di Kecamatan Rokan IV Koto, madu lebahnya dihasilkan dari bunga Kelapa Sawit dan bungan pohon karet.

"Kualitas dan rasa madu lebah tergantung dari bunga, Namun untuk di Rohul kebanyakan madu dari bunga akasia, bunga kelapa sawit dan bunga karet,"ucap Sugiyarno.

Diakui Sugiyarno lagi, sedikitnya ada 6 Kecamatan dari 16 kecamatan di Rohul, berpotensi dijadikan lokasi budidaya lebah madu, termasuk seperti di Kecamatan Kepenuhan, Kunto Darussalam, Rambah, Rambah Hilir, Rokan IV Koto dan Kecamatan Ujung Batu.

"Setelah empat desa berhasil, kita nanti juga akan coba kembangkan lagi di sejumlah desa lainnya, seperti Pasir Intan Kecamatan Bangun Purba dan desa lainnya," tutup Sugiyarno. (srt)