PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Menumbai atau tradisi memanjat madu sialang, merupakan prosesi ritual unik yang kental dengan nuansa adat di kalangan masyarakat Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Ritual ini diwarisi secara turun-temurun oleh masyarakat Petalangan.

Menumbai saat ini masih bisa disaksikan di beberapa tempat di Kabupaten Pelalawan, namun pesatnya ekspansi perkebunan kelapa sawit di daerah ini, menyebabkan kekayaan adat dan budaya ini nyaris punah. Hal itu diakui Herman Maskar, Ketua Dewan Kesenian Pelalawan (DKP), Selasa (14/1/2014). Karena itu, Herman mengajakmasyarakat dan seluruh komponen melestarikan tradisi budaya khas Petalangan itu."Menumbai itu sebuah prosesi memanjat pokok sialang tempat bersarangnya lebah liar penghasil nisan asli (madu) di hutan belantara," kata Herman.Lebih Lanjut Herman menjelaskan,  menumbai merupakan prosesi yang cukup unik, karena ada ritual khusus, sehingga orang-orang tertentu saja bisa melakukannya."Juragan atau juru panjat, disebut juga dengan jagan, adalah yang memimpin prosesi menumbai tersebut. Juragan atau jagan dibantu oleh beberapa juru panjat lainnya yang disebut juragan mudo. Jagan atau juru panjat ini mereka yang memiliki keahlian memanjat pokok kayu nan tinggi menjulang, saat ini masih banyak ditemukan, sayangnya tidak terbina dengan baik," terangnya.Sebut Herman, saat ini hanya sebahagian kecil lagi tradisi menumbai itu bisa ditemukan. Banyak faktor penyebab mulai hilangnya tradisi unik yang syarat dengan ritual itu."Banyak perusahaan perkebunan membuka lahan, mutlak pohon sialang yang merupakan hutan larangan dan dilindungi itu digantikan dengan tanaman penghasil minyak (sawit)," ujarnya.Saat ini, hanya di kawasan tertentu, di dalam Pebatinan (pemangku adat Petalangan) yang memegang teguh adat dan istiadat pohon sialang penghasil madu masih berdiri kokoh.Seperti di kawasan Pebatinan Bunut, masih bisa dijumpai beberapa kepungan sialang tempat lebah bersarang. Seperti Kepungan Sialang De Bakal, Sialang Tungkat Tembonsu, Tungkat Nago Seai, Sialang Kawan, Sialang Gumpal Bonang, Sialang Pulau Bose, Sialang Tengkorak, Sialang Pulau Tujuh, Sialang Pulau Panjang, Ombau Ulu. Pokok kayu jenis Keriung tempat lebah liar bersarang itu, kondisinya masih utuh dan terus dinaiki lebah setiap tahunya.(rkn)