DURI - Hutan adat di Dusun Sebanga Asal, Desa Kesumbu Ampai, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau itu menyimpan sumber daya hayati yang patut untuk terus dipertahankan. Kawasan terpelihara 200 hektar itu merupakan kawasan terpelihara.

Masyarakat Sakai di Desa Kesumbo Ampai, Kecamatan Mandau hingga kini tetap memiliki komitmen cukup tinggi untuk terus melestarikan kawasan hutan yang masih tersisa di lingkungan desa setempat. 

"Hutan adat di Desa Kesumbu Ampai itu tidak ternilai harganya. Wajar saja masyarakat setempat berkomitmen sejak tahun 1976 hingga akhir zaman kelak tetap akan mempertahankan ke asrian hutan itu. Masyarakat sakai disana akan tetap menjaga hutan seluas 200 hektare sampai kapan pun," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, H Eduar MPsa kepada GoRiau.com, Rabu (23/3/2016).

Alasan utama, masyarakat terus mempertahankan ke asrian hutan adat di Dusun Sebangan atau tepat disekitar rumah adat sakai Desa Kesumbu Ampai ini karena kawasan terpelihara itu menyimpan sumber daya hayati seperti kayu kulim, seminai, kempas, gaharu, meranti, kepayang dan lain-lain.

"Menariknya lagi dihutan adat itu sendiri juga banyak tumbuhan berkhasiat untuk obat. Dan masyarakat sakai masih meracik obat-obatan tradisional dari tumbuhan dihutan adat tersebut," ungkap Eduar.

Selain itu juga Dusun Sebanga Asal yang masih memiliki kawasan hutan cukup luas ini menjadi salah satu tempat wisata alam yang mengasyikkan di negeri ini.

" Apalagi saat ini sudah ada rumah adat suku sakai yang bantuan PT Arara Abadi di pinggir kawasan hutan itu. Hutan adat ini juga merupakan salah satu objek wisata di Kecamatan Mandau," tutup Eduar. (*/rha)