PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi, musim kemarau di wilayah Sumatera dan Kalimantan akan berlangsung hingga Oktober bahkan November 2015. Dua daerah ini menjadi langganan sekaligus daerah terparah 'penghasil' kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setiap tahunnya.

Tercatat, 1.352 hektar lahan dan hutan Riau terbakar. Dilaporkan, Kota Dumai mulai 'dikepung' asap dalam beberapa hari terakhir dengan jarak pandang hanya 1 kilometer. Sementara kualitas udara di beberapa wilayah Riau lainnya juga mengalami penurunan.

"ISPU (Indek Standar Pencemar Udara, red) menunjukkan kualitas udara dari baik ke sedang di Rumbai, Pekanbaru, Minas, Duri, Petapahan dan lainnya," kata Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (5/7/2015).

Upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan. Gubernur dan Bupati sebagai penanggung jawab penanganan karhutla di daerahnya dengan memanfatkan seluruh potensi yang ada.

Di Riau tambah Sutopo, BPPT, BNPB dan TNI AU terus melakukan operasi hujan buatan sejak 22 Juni 2015 hingga sekarang. Satgas darat dari TNI, Manggala Agni, BPBD, SKPD, relawan, dunia usaha dan masyarakat juga ikut aktif dalam memadamkan api, baik di lahan maupun di kawasan kawasan hutan.***