
PASIR PENGARAIAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan. PT Eka Dura Indonesia (EDI), anak usaha Astra Agro Lestari, mengambil langkah nyata dengan memulai penanaman jagung secara massal di lahan Hak Guna Usaha (HGU) mereka, Rabu (5/2). Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi jagung dalam negeri sekaligus memberdayakan petani lokal.
Administratur PT EDI, Dwi Setyo Budiawan, menegaskan bahwa penanaman jagung ini bukan sekadar mengejar target produksi, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
"Kami telah membentuk tim khusus dengan struktur penanaman yang terencana untuk memastikan hasil panen optimal," ujarnya. Dwi menambahkan, PT EDI menerapkan pendekatan strategis dengan menggunakan bibit jagung hibrida berkualitas tinggi, pendampingan teknis kepada petani, serta evaluasi berkelanjutan untuk memaksimalkan produktivitas.
Seremoni penanaman jagung perdana ini turut dihadiri berbagai tokoh lintas instansi, seperti Kapolsek Kunto Darussalam, AKP Buyung Kardinal, Camat Kunto Darussalam, Dedi Saputra, Danramil, serta Lurah Kota Lama. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya PT EDI dalam mewujudkan swasembada jagung.
Kapolsek Kunto Darussalam, AKP Buyung Kardinal, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. "Program swasembada jagung ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan perkebunan. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," ungkapnya.
Senada, Camat Kunto Darussalam, Dedi Saputra, optimistis bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan aparat keamanan akan memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian.
"Kehadiran kami di sini membuktikan keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian. Dengan kerja sama yang solid, hasil panen jagung akan meningkat dan berdampak positif bagi masyarakat," jelasnya.
PT EDI berharap program ini tak hanya mampu berkontribusi pada peningkatan produksi jagung nasional, tetapi juga menjadi model kolaboratif bagi perusahaan lain dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal dan nasional secara bersamaan. ***