BENGKALIS, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar Sosialisasi REDD+ (Deforestrasi, Degradasi, Konservasi, SFM, Penanaman) selama dua hari, 21-22 Nopember). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pantai Marina ini, dibuka Bupati Bengkalis, yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Jondi Indra Bustian.

Bupati dalam pengarahannya yang dibacakan Kepala Bappeda, Jondi Indra Bustian, mengatakan bahwa isu perubahan iklim, pemanasan global dan REDD+ merupkan isu yang sering dibicarakan di dunia internal saat ini.

Berdasarkan strategi nasional REDD+, merupakan mekanisme insentif ekonomi yang diberikan kepada negara berkembang untuk mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan dalam rangka mengurangi emisi karbon.

''Indonesia sebagai negara yang memiliki luas hutan 70 persen dari pada luas daratannya berpeluang besar untuk menerapkan REDD+ dan berkepentingan menjalankan program REDD+ untuk mengurangi emisi yang cukup besar dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan menurunkan tingkat deforestasi dan degradasi hutan secara signifikan,'' ujar Bupati seperti disampaikan Kepala Bappeda.

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi sebesar 26 persen pada tahun 2020 dengan dana sendiri tanpa mengorbankan pembangunan di sektor lain, atau 41 persen jika mendapatkan bantuan internasional.

''Untuk mewujudkan komitmen ini, pemerintah telah mengeluarkan Perpres 61/2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca (RAN-GRK) dan Perpres 71/2011 tentang  Penyelenggaraan Inventarisasi GRK Nasional. REDD+ mendukung pencapaian target RAN-GRK dan bidang pengelolaan hitan, lahan gambut dan pertanian.

Posisi indonesia sangat penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Yang dijabarkan nanti melalui aksi daerah mengurangi rumah kaca. REDD+ sendiri mendukung upaya itu dengan mengurangi laju kerusakan hutan dan lahan gambut.

''Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas stakholder dalam menerapkan REDD+ ini di daerah,'' harap Bupati seperti disampaikan Kepala Bappeda.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi, Effendi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diikuti 100 peserta yang berasal dari stakeholder terkait dengan mendatangkan narasumber dari Tim Satgas REDD Plus Riau.

Diharapkan melalui sosialisasi ini, bisa meningkatkan pemahaman akan pentingnya REDD+ ini serta menyatukan persepsi stakeholder terkait dalam upaya melindungi hutan dari kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan emisi karbon karena kegiatan deforestasi dan degradasi hutan.

''Bagaimana melalui kegiatan REDD+ ini bisa  meningkatkan pemahamanan stakholder tentang program REDD+ dalam upaya mencegah perubahan iklim dan pemanasan global,'' ujarnya.jfk