
PEKANBARU, GORIAU.COM - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baru saja selesai memimpin Apel Pagi di Lapangan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (17/3/2014). Dalam apel tersebut, Presiden memberi sedikit arahan terkait upaya penanggulangan karhutla yang masih menghantui Riau saat ini.
Ada dua tahap yang harus dilakukan Pemprov Riau bersama Satgas Penanggulangan Karhutla dalam waktu dekat. Pertama, upaya yang tengah dilakukan tim saat ini. Dimana Satgas terus menggesa upaya-upaya pemadaman dengan lintas terkait.
"Berdasarkan arahan saya beberapa waktu lalu, kebakaran ladang dan kabut asap di Riau harus tuntas dalam waktu tiga minggu, ini merupakan tahap pertama," kata SBY saat apel.
Kemudian yang kedua, Pemprov Riau bersama pihak terkait harus betul-betul melakukan penertiban kawasan. Ini harus dilakukan dengan aksi nyata dan didukung dengan tindakan tegas.
"Ini harus dilakukan dalam rentang waktu April-September 2014. Kita harus memaksimalkan waktu tersebut," tegas SBY.
Sasaran dari penertiban kawasan tersebut harus dimulai dengan memverifikasi perkebunan-perkebunan yang ada di Riau. Mulai dari yang ilegal hingga perkebunan yang memang hanya mendapat izin dari kepala desa.
Kemudian yang kedua, praktek illegal loging harus dihentikan. Kemudian harus ada sistem yang membuktikan aksi nyata untuk tindakan dini. "Karena ini juga berkaitan dengan hidup masyarakat yang tidak berdosa atas dampak kebakaran dan kabut asap ini," terang SBY.
Karena memang, Riau akan mengalami musim kemarau pada April-Oktober. Jadi semua pihak harus bekerja ekstra untuk mengantisipasi terjadinya kembali kebakaran dan kabut asap ini jika sudah tertangani dalam waktu tiga minggu ini.***