
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun berencana memanggil bupati/walikota se-Riau untuk meminta data-data terkait akibat dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih berlangsung saat ini.
Termasuk meminta data-data adanya dugaan terhadap perorangan maupun perusahaan yang terlibat dalam terjadinya sejumlah kebakaran lada di Riau. "Segera kita kumpulkan bupati/walikota untuk memberi laporan terkait semua hal yang berhubungan dengan karhutla," ujarnya.
Gubri juga menduga adanya pengusaha-pengusaha yang mengambil keuntungan dari masyarakat. Karena mungkin sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan untuk hal-hal lainnya.
Gubri juga menyalahkan kepala desa. Dimana para kepala desa dinilai banyak mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang di luar standar. "Kepala desa juga salah, karena banyak mengeluarkan SKT dengan luas yang melebihi standar," ujar Gubri.
Untuk itu, jika nanti memang ada ditemukan kejanggalan, Gubri telah menegaskan agar semuanya ditindak secara tegas. Sementara jika memang ada perusahaan yang terlibat, nantinya akan disampaikan kepada Menteri Kehutanan.
"Karena yang mengeluarkan Menhut. Tetapi kita tetap ingin menindak tegas para pelaku," sambung mantan Bupati Rokan Hilir ini.
Ditanya mengenai target untuk menetapkan para pelaku pembakar hutan dan lahan, Gubri menegaskan akan diselesaikan dalam 10 hari. "Kita usahakan dalam 10 hari akan ada hasil," tegas Gubri.
Sementara saat ini ditanyakan apa saja yang dibahas dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama di Riau, Gubri hanya mengatakan membahas tentang penanggulangan karhutla.
"Pak SBY hanya menyampaikan agar semua pihak, baik perorangan, pengusaha dan perusahaan yang terlibat tetap ditindak tegas," tegas Gubri.***