
PEKANBARU – Menanggapi keluhan warga terkait jalan berlubang di kawasan Umban Sari, anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, menilai Pemerintah Kota Pekanbaru lamban menangani persoalan infrastruktur yang sudah berulang kali memakan korban.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp pribadinya, Zulkardi mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan tanpa penanganan serius dari Dinas PUPR Kota Pekanbaru.
“Sudah empat bulan jalan yang dilobangi PUPR itu dibiarkan begitu saja sampai sekarang. Banyak masyarakat jatuh, bahkan ada juga yang kondisinya sampai sekarat akibat kecelakaan di sana,” kata Zulkardi, Rabu (13/5/2026).
Ia mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor yang menjadi korban akibat jalan rusak di sejumlah titik sepanjang Jalan Umban Sari arah Simpang Palas. Menurut dia, kondisi paling berbahaya berada di tikungan dekat pemakaman Tionghoa karena minim penerangan jalan dan posisi lubang yang sulit terlihat pada malam hari.
“Kalau malam sangat gelap. Pengendara sering tidak sadar ada lubang karena tidak ada lampu jalan yang memadai. Begitu dekat baru kelihatan, akhirnya banyak yang jatuh,” ujar anggota DPRD Pekanbaru komisi IV tersebut.
Zulkardi menyebut persoalan tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru agar segera ditindaklanjuti. Namun hingga kini, menurut dia, kondisi jalan masih tetap rusak dan membahayakan masyarakat.
“Saya sudah beberapa kali sampaikan ke Pemko. Masyarakat juga sudah banyak mengeluh. Tapi kenyataannya sampai hari ini lubang-lubang di Jalan Umban Sari itu belum juga diperbaiki,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat, terutama menyangkut fasilitas jalan yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas.
“Ini bukan jalan sepi. Setiap hari ramai dilalui masyarakat, anak sekolah, pekerja, dan pengendara lainnya. Kalau dibiarkan terus tentu sangat berbahaya,” ujarnya.
Menurut Zulkardi, terdapat sedikitnya empat titik kerusakan jalan yang menjadi perhatian warga, yakni di tikungan pemakaman Tionghoa, ruas jalan dari Arhan menuju Jalan Pastoran, depan Masjid Al Hijrah, serta sepanjang jalan dari pemakaman Tionghoa hingga Simpang Pastoran.
Ia meminta Dinas PUPR Kota Pekanbaru segera turun melakukan perbaikan permanen dan tidak hanya membongkar jalan tanpa penyelesaian yang jelas.
“Kalau memang dibongkar untuk perbaikan, ya harus segera diselesaikan. Jangan setelah dilubangi malah dibiarkan berbulan-bulan seperti ini,” katanya.
Zulkardi juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu sampai muncul korban jiwa sebelum mengambil tindakan serius terhadap kondisi jalan rusak tersebut.
“Jangan sampai ada korban meninggal baru sibuk turun ke lapangan. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” ujar anggota DPRD Dapil Rumbai itu.
Sebelumnya, warga Umban Sari mengeluhkan banyaknya jalan berlubang di kawasan tersebut yang disebut telah berulang kali menyebabkan kecelakaan. Warga bahkan mulai mempertimbangkan langkah hukum terhadap Pemerintah Kota Pekanbaru apabila kerusakan jalan itu terus dibiarkan tanpa perbaikan.
Hingga berita ini diturunkan, GoRiau.com telah mencoba menghubungi Kepala Dinas PUPR, Edward Riansyah namun WhatsApp yang dilayangkan masih memiliki simbol centang satu. ***