
PEKANBARU – Aksi pencurian kembali meresahkan warga Kota Pekanbaru. Salah satu peristiwa terjadi di Jalan Sumatera I, Simpang Moroseneng, Kecamatan Tenayan Raya, ketika sebuah rumah warga disatroni pelaku pada dini hari. Dalam kejadian tersebut, pelaku membawa kabur dua unit telepon genggam serta uang tunai senilai jutaan rupiah.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, menilai meningkatnya kasus pencurian menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat kembali sistem keamanan lingkungan. Ia mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh ketua RT dan RW agar mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
Menurut Aidhil, langkah preventif berbasis partisipasi warga terbukti efektif dalam menekan potensi tindak kriminal, terutama di kawasan permukiman. “RT dan RW adalah ujung tombak di lingkungan. Ketika siskamling berjalan, ada kontrol sosial dan pengawasan di malam hari yang dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” kata Aidhil, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, keberadaan siskamling tidak hanya berfungsi sebagai penjagaan fisik, tetapi juga membangun kepedulian dan solidaritas antarwarga. Dengan komunikasi yang baik di tingkat lingkungan, potensi gangguan keamanan dapat lebih cepat terdeteksi.
Selain mendorong kebijakan pemerintah, Aidhil juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara mandiri. Warga diminta memastikan rumah dalam kondisi aman, seperti mengunci pintu dan jendela saat malam hari, tidak meninggalkan barang berharga di tempat terbuka, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat setempat.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum. Ini tanggung jawab bersama. Kalau masyarakat kompak dan peduli terhadap lingkungannya, potensi kriminalitas bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Pekanbaru dapat tetap terjaga, sehingga warga merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. ***