PEKANBARU – Penundaan pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Pekanbaru mendapat perhatian DPRD Pekanbaru. Dewan meminta Dinas Pendidikan bekerja secara profesional agar proses penerimaan peserta didik tidak merugikan calon siswa maupun orang tua.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, mengatakan keterlambatan pengumuman tidak boleh menimbulkan ketidakpastian bagi ribuan calon peserta didik yang tengah menunggu hasil seleksi.

"Kami minta Disdik bekerja secara profesional dan tidak merugikan para calon siswa SMP," kata Tekad kepada GoRiau.com, Senin (29/6/2026).

Penundaan pengumuman dilakukan setelah jumlah pendaftar SPMB tahun ajaran 2026/2027 melonjak cukup signifikan. Jika pada tahun lalu jumlah pendaftar tercatat 9.945 orang, tahun ini meningkat menjadi 11.206 calon peserta didik. Dinas Pendidikan menyebut tambahan waktu diperlukan untuk menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data agar seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan.

Menanggapi lonjakan tersebut, Tekad menilai persoalan utama bukan hanya soal daya tampung sekolah, tetapi juga persebaran satuan pendidikan negeri yang belum merata di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

"Masalahnya ada sebaran sekolah itu yang tidak merata saat ini. Jadi perlu ditelaah satu per satu per kelurahan," ujarnya.

Menurut dia, pemerataan akses pendidikan harus menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga siswa tidak harus menempuh jarak yang terlalu jauh untuk bersekolah.

"Agar siswa tidak jauh ke sekolahnya," katanya.

Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya menyatakan telah menyiapkan puluhan sekolah swasta sebagai mitra untuk menampung calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri. Meski demikian, Tekad menilai kebijakan tersebut tetap harus dikawal agar benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

"Harus kita kawal bersama dan butuh komitmen yang kuat dari kepala daerah," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, mengatakan pengumuman hasil SPMB ditunda karena proses verifikasi dan validasi data masih berlangsung.

"Segera mungkin selesai verifikasi dan validasi serta semua anak bisa bersekolah," kata Alek.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, lonjakan jumlah pendaftar tahun ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses seleksi membutuhkan waktu lebih lama. Selain memverifikasi berkas administrasi, panitia juga melakukan sinkronisasi data calon peserta didik yang mendaftar di sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Disdik memastikan penundaan dilakukan untuk menjaga transparansi dan akurasi hasil seleksi sekaligus memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat persoalan administrasi. ***