JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto menyesalkan penyaluran dana kredit hasil pinjaman tiga bank BUMN dari China Development Bank (CDB) ke PT Indosat tbk. Darmadi menilai bahwa penyaluran dana kredit tersebut tidaklah tepat sasaran dikarenakan peminjaman tersebut awalnya diperuntukkan untuk pembiayaan infrastruktur.

Selain itu, anggota DPR yang berangkat dari dapil DKI Jakarta III ini mengaku heran dengan penyaluran kredit tersebut, dimana PT Indosat tbk merupakan PT yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan asing dalam hal ini milik Oredo perusahaan asal Qatar.

''Termasuk perusahaan yang enggak jelas kinerjanya, Oredo perusahaan Qatar. Sahamnya dimiliki Oredo milik Qatar,'' ujarnya ketika dihubungi, di Jakarta, Jumat (8/4).

Darmadi juga melanjutkan, mestinya sebelum mengucurkan kredit harusnya dikaji terlebih dahulu aspek finansialnya. ''Kenapa harus membiayai asing yang secara modal masih sangat besar. Pemerintah Indonesia hanya punya 14 persen. Ini adalah penyaluran kredit yang salah sasaran,'' tutupnya.

Untuk diketahui, perusahaan Qatar memiliki saham Indosat saat Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia) yang memiliki saham mayoritas Indosat menjual seluruh sahamnya di PT Indosat Tbk sebesar 40,8% kepada Qatar Telecom QSC (Qtel) pada 2008 lalu.

Bahkan pada tahun 2009, Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari publik sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65%.

Diketahui, tiga bank BUMN, Bank Mandiri, BNI dan BRI melakukan pinjaman ke China Development Bank sebesar USD 3 miliar, yang mana dana tersebut direncanakan untuk pembiayaan infrastruktur.

Namun, faktanya ada sejumlah perusahaan yang bukan bergerak di bidang infrastruktur justru mendapat guyuran dana kredit tersebut. ***