BANGKINANG – Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga keamanan wilayah menjadi fokus utama kunjungan kerja Anggota Komisi I DPR RI, Dr Syahrul Aidi Maazat. Pengawasan terhadap mitra kerja pertahanan tersebut berlangsung di Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 132/Bima Sakti (BS), Senin (6/4/2026).

Keterlibatan prajurit dalam membantu kemandirian ekonomi masyarakat dinilai sangat penting. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut mendorong agar pemanfaatan lahan tidak hanya berpusat di internal militer, tetapi juga melibatkan warga sipil di tiga kabupaten wilayah tugas Batalyon, yakni Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hulu.

"Kita tidak ingin program ketahanan pangan ini ada di internal TNI saja. Tapi TNI juga bersinergi dengan masyarakat. Saya yakin masyarakat akan menyambut dengan antusias," ujar Syahrul Aidi.

Upaya satuan dalam mengelola aset untuk budidaya perikanan, peternakan, hortikultura, hingga palawija mendapat apresiasi positif karena bisa menjadi percontohan bagi warga sekitar.

"Kita turut apresiasi Yonif mampu memberdayakan aset Batalyon untuk ketahanan pangan. Saya juga memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan aspirasi masyarakat selama ini," jelasnya.

Selain membahas urusan pemberdayaan ekonomi sosial, jaminan keamanan masyarakat turut menjadi sorotan utama mengingat masih minimnya jumlah prajurit yang bersiaga. Komandan Yonif (Danyonif) 132/BS, Letkol Inf Diyan Mantofani, SH, mengungkapkan kesatuannya masih kekurangan ratusan prajurit dari jumlah ideal 700 personel.

"Yang terealisasi yaitu 464 personel yang terdiri dari perwira 16 orang, bintara 60 orang, dan tamtama 388. Maka kita masih membutuhkan 235 personel yang terdiri dari perwira 14 orang, bintara 61 orang, dan tamtama 161 orang," urai Diyan Mantofani.

Kekurangan tenaga keamanan ini dinilai mendesak untuk segera dipenuhi. Apalagi, pasukan infanteri tersebut dijadwalkan berangkat menjalankan tugas operasi ke Papua pada awal tahun depan. Penambahan kekuatan sangat dibutuhkan agar tugas melindungi masyarakat tetap berjalan maksimal.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Syahrul Aidi. Banyak masukan yang positif bagi kami di Yonif agar keberadaan Batalyon ini sesuai dengan fungsi yang diperintahkan oleh negara," ungkapnya. ***