
DINAS Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, mendukung program Desa Bebas Api atau Free Fire Village yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Unit bisnis APRIL Group ini sudah meluncurkan program tersebut sejak 2014 guna mencegah dan mengurangi kebakaran hutan.
"Kita sangat mengapresiasi program Desa Bebas Api RAPP," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dra Yulwiriati Moesa, kepada media disela kegiatan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 di Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Bahkan ia juga berharap, cakupan program Desa Bebas Api bisa diperbanyak lagi. Sebab menurut Yulwiriati, program ini terbukti efektif sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Karenanya melalui program ini semua pihak diingatkan untuk menghindari pembakaran lahan saat membuka lahan. Program yang diluncurkan sejak tahun 2014 lalu diharapkan terus tumbuh dan dapat menginspirasi semua pihak.
"Pencegahan kebakaran hutan dan lahan perlu komitmen dari semua pihak, agar tidak kembali terulang," tandasnya.
Menurut Yulwiriati, program Desa Bebas Api telah menjadi motor penggerak dalam upaya penanganan kebakaran dan lahan di Riau.
"Kesuksesan program ini, menjadi contoh bagi semua dalam penanganan karhutla. Mudahan jumlah desanya diperbanyak lagi," harapnya.
Disampaikan Yulwiriati, dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup target dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau sama seperti dengan tema Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 yakni 'Menyatu Dengan Alam'.
Stand Provinsi Riau pada pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 di Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
"Target kita tentunya sama seperti tema. Jadi semua pihak kita ajak untuk sama-sama meningkatkan pelestarian fungsi linkungan," ujarnya.
Untuk tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau, sudah banyak program yang dilakukan Provinsi Riau. "Dari perusahaan bebas asap dan api, seperti PT RAPP. Ini dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup," terang Yulwiriati.
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau tengah mengembangkan program Kampung Iklim (Proklim). Diman program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
"Seluruh perusahaan di Riau juga diharapkan berpartisipasi ikut membina desa di wilayah operasionalnya, ini supaya lebih meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini luar biasa dampaknya terhadap lingkungan di Riau," pungkas Yulwiriati.
Stand Provinsi Riau pada pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 di Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Senior External Relations SHR RAPP, Juwendi Jamal menegaskan, keikutsertaan RAPP ini membuktikan komitmen perusahaan terhadap program pemerintah, terutama dalam menjaga lingkungan dan hutan secara bertanggung jawab.
Diungkapkannya, beberapa program perusahaan ada yang dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi, atau Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Salah satunya melalui upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yakni program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program) di sejumlah wilayah di Riau.
"Selain itu kita juga tampilkan capaian-capaian program pemberdayaan masyarakat, seperti sistem pertanian terpadu dan pembinaan usaha kecil dan menengah, artinya keberadaan perusahaan haruslah baik bagi Community (Masyarakat), Country (Negara atau Daerahnya), Climate (Iklim atau Lingkungan) dan Company (Perusahaan)," ujar Juwendi.
Di tahun 2017 ini jumlah desa di Provinsi Riau yang termasuk dalam program Desa Bebas Api sebanyak 18 desa yang berasal dari Kabupaten Pelalawan yakni Langgam, Penarikan dan Pangkalan Gondai.
Stand Provinsi Riau pada pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 di Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Kabupaten Siak yakni Dayun, Olak dan Lubuk Jering. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Meranti adalah Tanjung Padang, Tasik Putri Puyu, Mekar Delima, Dedap, Kudap, Lukit, Bumi Asri, Pelantai, Teluk Belitung, Mayang Sari, Bagan Melibur dan Mekar Sari.
Masih disampaikan Juwendi, terkait program kampung iklim, di Kabupaten Pelalawan sudah ada dua desa yang diusulkan. "Untuk saat ini, kita masih dalam persiapan," tutupnya.