SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti mempersilakan atau akan mengakomodir jika ada masyarakat yang ingin mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan program perikanan budi daya. Namun bagi mereka yang sudah memiliki kelompok yang disahkan pejabat kelurahan maupun desa.
Demikian disampaikan Sekretaris DKP Kepulauan Meranti, Eldy Syahputra, ketika ditemui akhir pekan lalu. Kata Eldy, pihaknya telah menyiapkan berbagai program bantuan pengembangan kepada masyarakat yang ingin atau tertarik menjadi pembudi daya, baik ikan air tawar maupun ikan laut.
"Jika ada masyarakat yang berminat bisa mengajukan permohonan dalam bentuk proposal ke kita. Nanti setelah kita lakukan cek di lapangan, jika layak akan kita salurkan bantuan," kata Eldy.
Setiap masyarakat harus membuat sebuah kelompok yang tertera di dalam proposal bantuan tersebut. Kemudian harus telah disahkan oleh pejabat kelurahan maupun kepala desa.
"Satu kelompok minimal 5 orang," tuturnya.
Meski begitu, para pembudi daya yang telah mencoba atau memulai usaha perikanan ini akan lebih diprioritaskan dari pada mereka yang belum memulai sama sekali.
 "Artinya mereka yang sudah memulai memelihara ikan, kemudian meminta bantuan pengembangan, ini yang kita prioritaskan. Jika ada anggara tersisa baru kita alokasikan untuk para pembudi daya yang baru," jelas Eldy.
Bentuk bantuan yang telah diprogramkan DKP sendiri berupa Kerambah Jaring Apung (KJA), sarana perikanan budi daya, bibit ikan air tawar dan laut, pakan dan obat-obatan. "Kelompok ini juga akan dipantau oleh penyuluh kita secara berkala agar kita tahu apa saja kendala yang dihadapi," ujarnya.
Untuk pemasaran ikan tersebut, Eldy meyakinkan masyarakat tidak perlu takut jika ditolak. Karena selama ini kebutuhan pasar akan ikan sangat tinggi dan akan menjamin hasil produksi pembudi daya ini.
"Kita sudah melirik pasar lokal maupun regional jadi tidak usah ragu. Selama manusia hidup pasti akan makan ikan," imbuhnya.
Saat ini DKP telah meyalurkan bantuan bibit jenis lele dan gurami untuk ikan air tawar, sedangkan untuk ikan laut jenis kakap putih dan bawal bintang.
"Kedepannya kita akan mulai mencoba budi daya kerang dan kepiting asoka," ungkap Eldy.
***