PANGKALANKERINCI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan mengeksekusi terpidana kasus pencabulan anak. DL diamankan di Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kamis (15/9/2022).

Pria 42 itu dieksekusi oleh Tim Jaksa Eksekutor Pidana Umum dibantu Tim TangkapBuron (Tabur) Kejari Pelalawan. Terpidana langsung dibawa ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Kajari Pelalawan melalui Kasi Intelijen, Fusthathul Amul Huzni mengatakan, terpidana DL telah melakukan ancaman kekerasan memaksa anak agar mau melakukan persetubuhan.

DL diancam Pasal 81 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 3847K/Pid.Sus/2021 tanggal 21 Desember 2021 menyatakan terdakwa DL terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat.

Terpidana juga melakukan serangkaian kebohongan, atau melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya.

"Amar selanjutnya menjatuhkan pidana kepada terpidana dengan penjara 5 tahun dan pidana denda Rp60 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama 1 bulan," jelas Huzni.***