
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Ratusan hektar tanaman sawit di Kepenghuluan Labuhan Papan, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau rusak terendam air. Bahkan ternak banyak yang mati akibat terjangan air Sungai Rokan disertai tingginya intensitas curah hujan.
Menurut keterangan salah seorang korban bencana banjir, Hendra (27), harta benda yang mereka miliki sudah tidak bersisa lagi. Dengan berbekal pakaian seadanya, mereka bergabung dengan warga lainnya dalam tenda pengungsian.
''Ketinggian air meluap drastis. Hari pertama setinggi lutut. Kemudian sudah mencapai 2,5 meter,'' sebut Hendra yang didampingi kerabatnya kepada GoRiau.com, Jumat (9/1/2014).
Dijelaskan datangnya air tidak disangka-sangka, salah seorang anak berumur 5 tahun terkurung dalam rumah kedinginan dan akhirnya meninggal.
Hasibuan(50), salah seorang korban banjir ditempat yang sama menambahkan, hampir 300 Kepala keluarga di Desa Labuhan Papan terendam air sehingga rumah mereka tidak bisa dihuni lagi. Oleh sebab itu, warga mengungsi dengan menggunakan gabungan bahan ringan yang direkat menjadi rakit. Mereka menyusuri derasnya air untuk menuju ketempat pengungsian.
Dikatakan Hasibuan, korban banjir keseluruhan di desa itu mencapai 300 Kepala keluarga yang terdiri dari empat Rukun tetangga. sebagian dari mereka yang berasal dari Kisaran (Sumatera Utara) sudah ada yang pulang kampung dan sebagian lagi berada di tenda pengungsian. Tiada bekal yang mereka bawa karena ternak mereka seperti itik, ayam, kambing serta sepeda motor dan peralatan elektronik ikut hanyut bersama derasnya air.
''Kami sekarang hanya bisa pasrah. Memang niat ingin pulang kampung. Tapi lihat dululah. Karena saat ini kami masih butuh uluran bantuan dari donatur,'' kata Hasibuan dengan tatapan sayu. (amr)