PEKANBARU- Aksi demontrasi ratusan massa dari Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM) universitas Lancang Kuning (Unilak) selama 3 jam lebih di depan Kantor Walikota Pekanbaru, berakhir sudah.

Pantauan GoRiau.com, Senin (28/3/2016), ratusan mahasiswa berjaket kuning ini akhirnya "melunak" dan membubarkan diri dengan tertib, setelah mendengar penjelasan dari Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi terkait tuntutan mereka.

Sekitar pukul 13.45 WIB, usai menerima 7 perwakilan mahasiswa di Aula Kantor Walikota, akhirnya Ayat Cahyadi menerima usulan pendemo untuk menemui langsung ratusan massa, guna menjelaskan aspirasi rakyat Pekanbaru yang disampaikan mahasiswa.

"Ada beberapa masalah yang ingin kita dengar dari Pak Walikota atau Wakil Walikota Pekanbaru. Seperti, nama Kota Bertuah yang diganti dengan Kota Madani, keberadaan Indomaret dan Alfamart yang semakin merajalela, perizinan dan anggaran untuk pembangunan Kantor Walikota Pekanbaru yang baru di Kecamatan Tanayan Raya," kata salah seorang perwakilan mahassiwa di hadapan Ayat Cahyadi.

Ikut hadir pada pertemuan itu, Kabag Ops Polresta Pekanbaru Kompol M Sembiring, Kapolsek Sukajadi Kompol H Hermawi, Kabag Intel Polresta Pekanbaru Kompol Sugeng Harianto, Kepala Kesbangpol Pemko Pekanbaru Agus Pramono dan Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian.

Saat Ayat mulai menjelaskan satu persatu tuntutan mahasiswa, salah seorang perwakilan menyela pembicaraan Wakil Walikota dan meminta agar penjelasan itu sebaiknya disampaikan di depan massa yang menunggu di depan pagar pintu masuk Kantor Walikota Pekanbaru.

"Agar tak ada kecurigaan dari kawan-kawan di luar, sebaiknya Bapak jelaskan semua ini di hadapan mereka. Ayo Pak, kita sama-sama berpanas-panasan di luar, biar semua mendengar penjelasan Bapak," kata Presiden Mahasiswa Lancang Kuning M Andhika.

Usulan Andhika itu didukung kawan-kawannya."Iya Pak, bagus di luar aja ngomongnya, nanti kelamaan kita di dalam, kawan-kawan curiga pula," sela perwakilan lainnya.

Setelah disepakati, akhirnya Ayat Cahyadi didampingi sejumlah pejabat Pemko Pekanbaru, Kabag Ops Polresta Pekanbaru, Kapolsek Sukajadi, Kabag Intel Polresta Pekanbaru turun ke bawah untuk menemui massa.

Sesampai di pintu gerbang, ratusan mahasiswa berteriak menyambut kedatangan Ayat."Hidup Pak Ayat, hidup Pak Ayat, ini pemimpin kita," teriak massa.

Selanjutnya, Ayat membuka pagar yang sejak tadi ditutup anggota Satpol PP. Sikap spontan Ayat itu semakin dipuji mahasiswa."Biar tak ada jarak diantara kita, pagar ini harus dibuka dulu," kata Ayat.

"Hidup Ayat, hidup Pak Wakil Walikota," teriak mahasiswa.

Sekitar 30 menit Ayat menjelaskan tuntutan massa BEM Unilak itu, akhirnya dengan penuh kepuasaan mahasiswa dengan tertib membubarkan diri. Satu persatu, mahasiswa menyalami dan mencium tangan Ayat, sebelum meninggalkan kantor Walikota Pekanbaru itu.(***)