PEKANBARU - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Riau mewaspadai penyakit pada hewan-hewan kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Untuk itu, beberapa tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Diskes) dan Distanak diturunkan untuk melakukan operasi sapi lebel sehat.

"Tidak bisa sembarang sembelih, harus ada sertifikat dari daerah. Ini untuk memastikan hewan kurban itu aman dari berbagai penyakit sebelum dibagikan ke masyarakat," ungkap Kadistanak Riau, Askardiya Ribudana Patrianov kepada GoRiau.com, Jumat (26/8/2016) di Pekanbaru.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, hewan kurban dikhawatirkan terjangkit penyakit pada bagian hatinya. Kendati demikian, Patrianov mengaku penularan penyakit antraks dan cacingan belum pernah ditemukan di Riau.

Untuk mengantisipasi itu semua, ia mengimbau masyarakat untuk teliti dan menanyakan surat kesehatan hewan kurban yang akan dibelinya.

"Secara kasat mata ada beberapa ciri-ciri hewan kurban itu sehat seperti kulitnya tidak kusam, cermin hidung basah, bulunya tegak. Kalau matanya keruh, ada indikasi berpenyakit," bebernya. ***