SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Kesehatan (Diskes) memastikan angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Kepulauan Meranti rendah. Hal itu berdasarkan angka yang ditetapkan oleh Millenium Development Goals (MDGs) dimana standar kematian Ibu 68/100.000 KH dan Bayi 23/1.000 KH.
Hal itu diungkapkan oleh Reni Desiana, Pengelola Program Kesehatan Ibu dan Anak Diskes Kepulauan Meranti, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/1/2015). Kata Reni, berdasarkan data jumlah kasus kematian Ibu dan bayi di Kabupaten Kepulauan Meranti terbilang rendah. Dimana tahun 2014 ini jumlah ibu meninggal hanya 9 orang dan 43 bayi.
"Angka kematian ibu dan bayi itu masih rendah. Kalau menurut MDGs standar kematian ibu 68/100.000 kelahiran dan bayi 23/1.000 kelahiran, kita dari 4000an kelahiran tahun 2014, hanya 43 kematian bayi. Sedangkan kematian Ibu belum bisa kita katakan rendah sebab kelahiran belum mencapai 100.000," kata Reni.
Kemudian, terkait info bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti menduduki angka ke 2 tertinggi kematian ibu dan bayi tahun 2014, Reni membantahnya. Menurut Reni, data tersebut tidak benar. Namun, Reni tidak bisa memberikan data kematian ibu dan bayi secara keseluruhan se Riau, sebab menurutnya data tersebut hanya ada di Provinsi Riau.
"Tidak benar informasi itu, tolong diluruskan," ujar Reni pula.
Berdasarkan data jumlah kasus Kematian Ibu dan bayidi Kepulauan Meranti jumlah kematin ibu dan anak tahun 2010 kematian Ibu 9 orang bayi 65 orang. Tahun 2011 kematian ibu 8 orang bayi 60 orang. Tahun 2012 kematian ibu 8 orang bayi 65 orang. Tahun 2013 jumlah kematian ibu 10 orang bayi 38 orang, dan tahun 2014 jumlah kematian ibu 9 orang serta bayi 43.
Sedangkan untuk angka panduan kematian ibu dan bayi berdasarkan MDG's adalah Ibu 68/100.000 KH, Bayi 23/1000 KH, dan Balita 32/1000 KH. Sedangkan menurut SDKI adalah Ibu 102/100000 KH, Bayi 68/1000 KH, Balita 97/1000 KH.
MDGs adalah deklarasi milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada tahun 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 lalu.
Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu. Deklarasi berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah tujuan pembangunan dalam Milenium ini (MDG), sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3, dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015.
(zal)