
SELATPANJANG - Pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, Kamis (9/6/2016) menggelar inspeksi mendadak ke Bazar Ramadan Jalan Ahmad Yani Selatpanjang. Mereka mengambil sampel takjil untuk dilakukan pemeriksaan apakah takjil tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak.
Pantauan GoRiau, waktu itu turun langsung Kasi Farmamin dan Alkes Refiadi SFarm Apt, Kabid Yankes Ade Suhartian SH MM, dan beberapa orang lainnya.
Mereka melakukan uji coba ke beberapa makanan yang dibuat dengan menggunakan pewarna, seperti cendol, kue, bakso goreng, dan lain-lain.
Kepada wartawan, Refiadi mengatakan cek sampel takjil ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin Diskes. Dimana, telah diamanatkan dalam UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2004 tentang keamanan mutu dan gizi pangan.
"Untuk menjamin ketersediaan makanan sehat bagi masyarakat. Apalagi ini kan sedang ada penjual makanan musiman," kata Reifiadi.
Mereka berharap makanan sehat, aman, bermutu, dan bergizi itu betul-betul haris diterima masyarakat. Makanya untuk memastikan makanan yang dijual bebas dari pewarna sintetis atau pewarna tekstil, metanil yellow atau formalin dan lainnya, mereka melakukan uji sampel pada takjil yang dijual di Jalan Ahmad Yani.
"Kita lakukan pemeriksaan sampel. Ada beberapa item makanan yang kita ambil," ungkap Refiadi lagi.
Setelah didapatkan sampel itu, selanjutnya pihak Diskes Meranti langsung melakukan uji cepat.
Ditambahkan Ade Suhartian, dalam pengujian itu, jika makanan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti Rodamin B, Metanil Yellow, Borax, sama Formalin, maka saat dilakukan pengujian akan memberikan reaksi berupa perubahan warna. "Hasilnya belum bisa disimpulkan hari ini. Mungkin besok (Jumat, red) kita sampaikan," ujar Ade pula.
Usai mengambil sampel dan melakukan uji sampel itu tak jauh dari lokasi bazar, mereka langsung kembali ke kantor. ***