PEKANBARU, GORIAU.COM - Rumah Sakit Awal Bross tiba-tiba kena sidak oleh pimpinan DPRD Riau, Kamis (27/2/2014). Entah karena sudah menerima laporan adanya warga yang tidak dilayani karena kabut asap atau faktor lain, yang jelas, RS Awal Bross mengaku menerima sampai 150 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap hari.

Sidak dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Riau Drs Johar Firdaus MSi dan diikuti dua Wakil Ketua DPRD Riau yaitu Hazmi Setiadi dan Noviwaldy Jusman. Turut dalam rombongan Sekretaris DPRD Provinsi Riau Zulkarnain Kadir.

Menurut Ketua DPRD Riau, Drs HM Johar Firdaus MSi, kunjungan ke Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru Kamis (27/2) siang untuk memantau kesiapan rumah sakit tersebut baik dari segi pelayanan dan tenaga medis serta dokter selama terjadinya kabut asap di Pekanbaru. Pada kesempatan itu, pimpinan DPRD Riau juga melihat ruang pelayanan pasien di bagian paru-paru RS Awal Bross tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama RS Awal Bros Rosmin kepada pimpinan DPRD Riau mengaku sejak sepekan terakhir, pasien RS Awal Bros yang berhubungan dengan infeksi saluran pernafasan meningkat. ''Setiap harinya ada peningkatan pasien yang berhubungan dengan ISPA sekitar 60 sampai 150 pasien. Tapi kami sudah siapkan tim untuk memberikan pelayanan dengan baik. Dokternya juga sudah kami siapkan,'' kata Rosmin.

Selain mengunjungi rumah sakit, pimpinan DPRD Provinsi Riau juga mengunjungi Posko Darurat Penanggulangan Bencana di lokasi Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Pimpinan Dewan tersebut bertanya bagaimana kesiapan masing-masing pihak dan apa perkembangan yang terjadi dilapangan.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Said Saqlul Amri menyatakan kepada pimpinan DPRD bahwa dalam mereka membuat tim yang langsung turun memadamkan api. ''Sekarang ini di beberapa kabupaten, titik-titik api sudah semakin berkurang, tapi masih ada dan tim masih terus bekerja,'' kata Said.

Sementara itu, Johar Firdaus menegaskan bahwa mereka memantau dan melihat kesiapan instansi-instansi yang berhubungan dengan bencana kabut asap. ''Kami berharap semua pihak bisa menjalankan tugasnya dan memberikan bantuan serta menanggulangi dan menyelesaikan masalah kabut asap ini hingga berakhirnya waktu yang dinyatakan sebagai kondisi darurat,'' ujar Johar. (nti)