PEKANBARU, GORIAU.COM - Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya dalam penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dari Program Dinas Perkebunan baik yang bersumberkan kepada APBD Riau maupun APBN, maka pada tahun ini Disbun Riau kembali melakukan seleksi ketat dalam penentuan CPCL yang layak menerima bantuan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs Zulher MS, Minggu (27/4/2014) disela-sela kegiatan bersepeda yang selalu dia lakukan tiap minggunya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, banyak proposal permintaan bantuan program dari kelompok tani yang diusulkan oleh Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau yang tidak lengkap sehingga dikembalikan kepada mereka, dan juga Gapoktannya bukanlah Gapoktan yang permanen alias Gapoktan yang dibentuk hanya menjelang permintaan bantuan saja.

Selain kelengkapan dokumen proposal gapoktan, Zulher menyebutkan, syarat utama yang ditetapkan Disbun Riau dalam menetapkan Gapoktan yang menerima bantuan program adalah Gapoktan yang permanen, hal itu dibuktikan oleh surat keterangan (SK) pengurus gapoktan, keterangan dari Kepala Desa, PPL maupun tokoh masyarakat tempatan pada saat survei.

Hingga sekarang ini sudah banyak proposal usulan bantuan dari kabupaten kota yang dikembalikan karena CPCL-nya harus dirubah karena tidak sesuai dengan standar baku usulan bantuan yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

''Untuk itu, kita juga telah mengingatkan kepada Disbun Kabupaten Kota se-Riau untuk lebih selektif. Dan bagi usulan yang dikembalikan lagi kepada Kabupaten/Kota agar diperbaiki, namun kita tetap memprioritaskan usulan yang telah masuk dari tahun sebelumnya,'' papar Zulher.

Hingga akhir April ini, beliau mengakui Disbun Riau masih melakukan survei ke lapangan. Apalagi jumlah usulan tahun ini membludak dan banyak berasal daerah-daerah tergolong jauh dan sulit. Survei CPCL diperkirakannya akan terus berlangsung hingga awal Mei nantinya.

''Usulan ke Disbun Riau tahun ini membludak, mengingat beberapa tahun terakhir masyarakat telah banyak melakukan kegiatan revitalisasi dan peremajaan komoditas perkebunan. Untuk itu kita tidak ingin kecolongan dalam hal memberikan bantuan yang tidak tepat sasaran,'' ujar Zulher.

Program-program Disbun Riau yang dianggarkan pada tahun ini meliputi pada Revitalisasi dan Peremajaan subsektor Perkebunan, pengembangan tanaman sela seperti kakao, kopi dan kenaf, perbaikan infrastruktur jalan usaha tani, bantuan alat pengolah hasil perkebunan, penyaluran sarana produksi (saprodi).

''Mudah-mudahan akhir bulan Mei ini semua program telah dapat dicairkan,'' tutup Zulher. (rls)