TELUKKUANTAN - Pemerintahan Desa Pulau Panjang Cerenti akan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun 2017 ini. Hal itu dilakukan untuk mengelola beberapa usaha yang sudah ada, seperti Pamsimas.

Demikian disampaikan Kepala Desa Pulau Panjang, Aswimar, SE kepada GoRiau.com, Senin (13/2/2017) pagi di Telukkuantan.

"Kita melihat, BUMDes ini sangat diperlukan untuk mengelola aset desa, supaya desa semakin mandiri," ujar Aswimar.

Untuk Pamsimas, lanjut dia, sudah ada satu unit di Dusun I dengan kas sudah lebih Rp2 juta. Pada tahun 2017 ini, pihaknya akan membangun di dusun II.

"Sekarang ini, sudah ada 55 KK yang menjadi pelanggan Pamsimas. Sistemnya, setiap orang dikenakan Rp5 ribu per bulan. Kalau di rumah itu ada lima orang, berarti kena Rp25 ribu per bulan," papar Aswimar.

Selain Pamsimas, sektor lain yang akan dikelola oleh desa yakni galian C. Secara geografis, Desa Pulau Panjang dibelah oleh Sungai Kuantan yang notabenenya banyak sumber pasir dan batu.

"Tidak hanya itu, kita juga memiliki tanah desa. Rencananya tanah ini akan dijadikan kebun kelapa sawit," ujar Aswimar.

Seiring persiapan diri sebagai desa percontohan yang mandiri di Kuansing, Pulau Panjang terus melakukan pembenahan. Terutama dalam pembangunan fisik.

"Pada tahun 2016, kita sudah membuat ponton besi dan dermaga. Rencananya, pada tahun ini akan dibangun dermaga di seberang," ujar Aswimar.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat untuk ke kebun. Sebagai Kades, Aswimar mendorong warganya untuk memanfaatkan lahan di seberang untuk areal perkebunan.

"Nah, agar masyarakat mau, kita akan bantu bibitnya. Ini masuk dalam program pemberdayaan masyarakat pada tahun ini," pungkas Aswimar. *** #KUANSING