DUMAI, GORIAU.COM - Kesenian merupakan bagian dari sejarah kesadaran dan pertarungan manusia dalam menjawab tantangan dan menggerakkan sumber daya yang manusiawi. Oleh karenanya, tempatnya adalah dalam gerak hidup suatu kebudayaan, diperlukan upaya sungguh - sungguh dalam mengembangkan kesenian Indonesia, terutamanya kesenian dan budaya di kota Dumai khususnya, tanpa ketinggalan budaya anak bangsa lainnya yang hidup berdampingan dengan harmonis di kota ini. Tanggung jawab pengembanggannya berada di tangan pemerintah, seniman dan masyarakat sesuai peran dan kedudukan masing - masing.

''Maka dari itu, dalam kehidupan sehari – hari Kesenian bukan saja mampu mewujudkan ketertiban dan keamanan di dalam masyarakat, tetapi juga berhasil memotivasi pendukungnya untuk menjadi manusia terampil dan kreatif dengan etos dan kinerja yang tinggi,” ujar Wakil Walikota Dumai dr Agus Widayat saat menyampaikan sambutan pada Malam Kesenian dalam rangka Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) tahun 2014 yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) kota Dumai bertempat di Gedung Pendopo Balai Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh Dumai, Jum’at malam (2/5/2014).

Lanjut Wawako, malam kesenian yang digelar ini, merupakan salah satu pilar penopang Kebudayaan Nasional Indonesia yang telah menjadi satu asset daerah yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa. Melalui kesenian, kiranya dapat menjadikan ajang untuk melestarikan seni budaya di negeri ini.

Di era globalisasi dan sistem reformasi yang terbuka luas, kata Agus Widayat, beragam jenis kesenian mengalir dan merambah diberbagai pelosok negeri. Ada cipta seni yang sesuai dengan budaya bangsa, tidak jarang pula ada seni yang seolah lepas kendali. Fenomena ini disamping merupakan kemajuan, namun dapat membawa generasi bangsa terbuai dengan berbagai kegiatan yang dikemas dengan slogan seni.

''Salah satu filter yang diharapkan mampu menyaring berbagai kemajuan dibidang seni tersebut antara lain, tetap melestarikan seni – seni tradisional memadukan dengan kemajuan seni masa kini yang disesuaikan dengan tatanan kehidupan masyarakat,” sebut Wawako.

Untuk itu, Agus berharap, melalui giat Kesenian ini, diharapkan dapat menumbuhkembangkan bakat dan kreasi – kreasi dengan tujuan untuk memajukan, memperkenalkan dan menunjukkan jati diri masyarakat yang berbudaya dan menjadi wadah pembelajaran seni, penampungan seni dan wadah untuk mengukur sejauh mana seni yang mampu bersaing dengan seniman dari berbagai negeri.

Ditambahkan Wawako, dengan seni tentunya juga untuk membina hubungan silaturahim dan juga untuk melestarikan seni budaya daerah, agar nilai – nilai budaya tersebut tetap eksis bahkan berkembang hingga generasi berikutnya.

''Melalui moment kesenian dalam rangka Hardiknas 2014 ini mapu memberikan kekuatan dan semangat dalam menggapai Dumai Sehat Pendidikan 2015,” harap Wawako yang tak lupa mengucapakan Selamat Hardiknas bagi seluruh insan pendidikan di Kota Pengantin Berseri ini.

Pantauan dilapangan, pada malam kesenian dalam rangka Hardiknas 2014 itu, berbagai kesenian ditampilkan, yang diawali dengan tari persembahan. Tak hanya para siswa yang menunjukkan kebolehannya dalam Seni, tetapi Guru juga turut serta menunjukkan bakat seni yang dimilikinya, baik dengan bernyanyi maupun saat memainkan berbagai macam alat musik.

Kegiatan Malam Kesenian Hardiknas 2014 yang diakhiri dengan Celoteh anak itu, Tampak dihadiri, Kadisdik Dumai Drs Sya’ari beserta jajaran, mantan Kadisdik Dumai Rusli AL Hamidi, Ketua GOW Dumai Hj Onny Chairunisya, para Kepala Sekolah, Guru dan pelajar Dumai yang turut memadati Gedung pendopo tersebut, baik yang hanya sekedar menyaksikan maupun unjuk bakat dibidang Seni. (dcp)