PADANG- Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar), Merry Yuliesday angkat bicara perihal kasus penyegelan pabrik air minum kemasan SMS yang beroperasi di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (7/11/2019) kemarin.
 

Penyegelan dilakukan aparat Polda Sumbar karena pabrik air minum kemasan merek Sumber Minuman Sehat (SMS) yang telah beroperasi hampir 15 tahun itu diduga melanggar Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen terkait sumber mata air di kemasan produk tersebut.

Dimana pada kemasan produk tertulis bahan baku produk berasal dari sumber mata air Gunung Singgalang. Namun kenyataannya, hasil penyelidikan polisi, air tersebut berasal dari PDAM Padang Pariaman di Lubuk Bonta.

"Kita amat menyayangkan penipuan tersebut, secara tidak langsung konsumen sudah dirugikan," ungkap Kadiskes Sumbar Merry Yuliesday seperti dilansir Covesia.com, Jumat (8/11/2019).

Ia juga mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus tersebut, karena karena jika tidak ditindak akan merugikan masyarakat.

"Beruntung pihak kepolisian segera melakukan penyidikan dan mengungkap kasus itu dan pabrik disegel," jelasnya.

Sekaitan dengan hal itu, ke depannya Merry mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam menggunakan air kemasan, sehingga apa yang dikonsumsi itu tidak merugikan terutama dari segi kesehatan.

"Masyarakat hendaknya lebih ekstra hati-hati terhadap apa yang dikonsumsi, baik itu makanan juga minuman. Bagaimana kondisi pabriknya, dimana lokasinya, pengemasannya seperti apa," jelasnya.

Menurut Merry perilaku waspada itu tidak hanya terkait air mineral isi ulang, tapi masyarakat juga diminta memperhatikan minuman siap saji.

"Perilaku waspada ini tidak hanya untuk minuman isi ulang tapi juga minuman siap saji," jelasnya. (cvs)