SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Libur hari raya Imlek, juga membawa berkah bagi masyarakat Siak. Ribuan wisatawan lokal dari Kota Pekanbaru, Bengkalis dan daerah lainnya di Riau berdatangan ke Istana Sultan Syarif Kasim yang berada di Kecamatan Siak, ibukota Kabupaten Siak.

Bahkan, wisatawan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi juga berbondong-bondong menghabiskan hari libur di Negeri Istana ini. Kedatangan wisatawan itu tentu berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, karena selama di Siak mereka butuh makan dan membeli oleh-oleh khas daerah.

Pantauan GoRiau.com, Kamis (19/2/15), sejak pagi hingga siang hari puluhan mobil pribadi dan bus wisatawan dari berbagai daerah terlihat berada di areal parkir Istana Siak. Umumnya mereka adalah rombongan pelajar SMP dan SMA yang sedang melakukan study tour guna mempelajari sejarah dan kebudayaan Melayu di Riau.

"Kami dari Bukit Tinggi, ada 6 bus. Sengaja datang ke sini untuk mempelajari kebudayaan Melayu Riau," kata Rini, sesaat mau memasuki Istana Siak.

Hal senada juga disampaikan Acong. Warga Tionghoa dari Bengkalis ini sengaja datang ke Siak menemui keluarga untuk merayakan Imlek.

"Iya, kita sekeluarga rayakan Imlek di sini, kebetulan usai silaturahmi dengan keluarga, kita mau melihat Istana Siak," ujar Acong sembari tersenyum melihat anaknya begitu bahagia berfoto dengan badut di halaman Istana Siak.

"Potensi wisata di Siak ini cukup unik dan bagus, tapi kurang tergarap maksimal. Seharusnya, saat wisatawan banyak datang ke sini, juga dijual makanan khas atau souvenir sebagai oleh-oleh, tapi kayaknya tak ada yang jual," ujar Acong.

"Kalau di Bukit Tinggi banyak souvenirnya, seperti baju bergambar jam gadang atau gantungan kunci miniatur jam gadang, itupun banyak dijual di sekitar jam gadang dan kebun binatang, kalau di sini tak lihat orang menjual souvenir seperti itu, padahal kita mau beli untuk oleh-oleh," jelas Lina, wisatawan asal Bukit Tinggi lainnya.

Keluhan dari wisatawan ini hendaknya menjadi masukkan bagi Pemkab Siak agar potensi wisata yang ada di Negeri Sang Raja ini bisa terarap maksimal, seperti daerah-daerah wisata lainnya di Indonesia.(nal)