
JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan ketahanannya. Pada penutupan perdagangan Jumat sore (3/10/2025), rupiah menguat ke posisi Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 35 poin atau 0,21 persen dibanding hari sebelumnya.
Kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di level Rp16.611 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan adanya sentimen positif dari data ekonomi dalam negeri, termasuk neraca perdagangan dan inflasi yang terkendali.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang tercatat bervariasi. Peso Filipina naik 0,40 persen, dolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen, dan baht Thailand naik 0,22 persen. Sementara yen Jepang melemah 0,10 persen dan ringgit Malaysia turun 0,07 persen.
Mata uang negara maju juga bergerak campuran. Euro melemah 0,15 persen, sedangkan franc Swiss naik 0,11 persen, dolar Australia menguat 0,15 persen, dan dolar Kanada bertambah 0,01 persen.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global. “Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS oleh dukungan data ekonomi positif. Selain itu, indeks dolar AS yang berbalik turun turut memberikan tenaga tambahan,” jelasnya.
Penguatan rupiah ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, sekaligus menjadi modal optimisme menghadapi gejolak global ke depan. ***