PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Setidaknya sudah ribuan ekor lebih ikan ditemukan mati mengapung di sepanjang aliran Sungai Kampar, mulai dari Desa Kuala Tolam, Desa Rangsang dan Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan. Belum diketahui, penyebab pasti matinya ikan-ikan tersebut.


Dari informasi yang dirangkum oleh GoRiau.com, kejadian matinya ikan-ikan disepanjang aliran Sungai Kampar, yang melintasi Desa Kuala Tolam, Desa Rangsang dan Sungai Ara dimulai sejak, Rabu (10/12/2014) lalu.


"Sampai hari ini masih ada ikan yang mati mengapung, meski jumlahnya tak sebanyak kemarin. Kejadianya sudah empat hari ini dan kita tidak tahu apa penyebab pasti terapungnya ikan-ikan ini," terang Kepala Desa Rangsang, Khairat, Minggu (14/12/2014).


Dijelaskan Khairat, dari seluruh jenis ikan-ikan yang ditemukan mati mengapung di Sungai Kampar tersebut adalah jenis-jenis ikan yang hidupnya berada di dasar sungai.


"Ikan-ikan yang mati ini jenis ikan yang hidupnya di dasar sungai atau ikan dasar," jelasnya.


Lanjut Khairat menyebutkan, beberapa jenis ikan dasar yang ditemukan mati mengapung itu diantaranya seperti ikan Wajang, Senggarat, Tapa dan ikan Botot.


"Ini termasuk kejadian yang sangat luar biasa. Memang sudah pernah ada kejadian ikan mati di sungai ini, tapi tidak separah ini," ujarnya.


Hal kurang lebih sama disampaikan oleh Jefri, Kepala Desa Sungai Ara. Sepengetahuan Jefri, banyaknya ikan yang mati mengapung di aliran Sungai Kampar tersebut diduga akibat air sungai yang tercemar limbah.


"Bisa jadi ini akibat limbah. Ya kalau dihitung-ditung, warga sudah mendapatkan ratusan kilogram ikan yang mengapung di sungai," sebut Jefri.


Menurutnya, kejadian ikan mati tersebut diduga kuat akibat limbah, karena tak biasanya peritiswa ini terjadi di Sungai Ara. Kejadian itu merupakan yang pertama kali terjadi di desa mereka.


"Jadi ikan-ikan itu seperti mati, Pak, tapi saat kami tangkap ternyata masih hidup. Tapi banyak juga ikan yang kami temukan sudah mati di Sungai," katanya.(***)