
PEKANBARU – Sebagai upaya untuk memantapkan nilai-nilai kebangsaan bagi para pendidik di daerah, Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai Kbs) Lemhannas RI menyelenggarakan kegiatan training of trainers (ToT) atau pelatihan untuk pelatih di Pekanbaru, Riau, selama 11 hari.
Kegiatan ini ditujukan agar para pendidik yang terdiri dari perwakilan guru, dosen, dan widyaiswara ini mendapatkan kemampuan mengelola keahlian, ketrampilan, dan wawasan yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan serta menjadi fasilitator yang handal.
Bertempat di Mahligai Ball Room Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (8/3/2022), Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Prasetya Nugraha menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8-18 Maret 2022 ini mengangkat tema “Implementasi Nilai-nilai Kebangsaan yang Bersumber dari 4 (Empat) Konsensus Dasar Bangsa dapat Meningkatkan Kualitas Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsdya TNI Wieko Sofyan, yang dalam sambutannya Wieko mengharapkan peserta dapat menjadi pengawal dan sekaligus penunjuk arah terkait dengan upaya mewujudkan proses pembelajaran yang berkarakter kebangsaan.
"Pelatihan ini dalam rangka membangun karakter bangsa yang kreatif dan efektif. Semoga para peserta pelatihan ini dapat bersungguh-sungguh mengikuti materi, supaya ilmunya dapat terserap dan bermanfaat secara optimal," kata Marsdya TNI Wieko Sofyan.
Hadir pula Gubernur Provinsi Riau Drs. H. Syamsuar, M. Si. yang turut memberikan sambutannya diawal pembukaan. Syamsuar berharap agar pelatihan ini mampu menyamakan visi untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.
Selain itu, Gubri juga menyampaikan agar widyaiswara di Provinsi Riau masuk ke pondok-pondok pesantren untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
"Karena berdasarkan data, jumlah pondok pesantren di Riau ini ada sekitar 352 pondok. Saya berharap setelah dapat ilmu dari sini, para widyaiswara membagikan ilmunya ke pondok-pondok pesantren untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan," jelasnya.
Turut hadir dalam pembukaan yaitu Kapolda Provinsi Riau, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau, Wakil Rektor I Universitas Islam Riau serta beberapa pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Provinsi Riau.
Sebagai tambahan informasi, kegiatan ToT ini dilakukan dengan menggunakan metode pemantapan melalui ceramah, diskusi, pembinaan peserta, praktek mengajar, dan outbond.
Nantinya, peserta akan mendapatkan materi terkait 4 konsensus dasar bangsa yang terdiri dari materi utama (Pancasila, UUD NRI TAHUN 1945, NKRI dan Sesanti Bhinneka Tunggal Ika), materi dasar (wawasan nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional dan kewaspadaan nasional) dan materi penunjang (pengantar nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, pendidikan karakter bangsa, dan interpersonal skill). ***