TELUKKUANTAN – Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung RSUD Telukkuantan mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Seiring membludaknya pasien, RSUD Telukkuantan terus bertansformasi guna mengoptimalkan pelayanan dengan cara penerapan teknologi informasi.

Meski penerapan teknologi informasi baru diterapkan secara parsial, langkah ini dinilai berhasil meningkatkan layanan. Misalnya, pendaftaran pasien yang sudah dilakukan secara online mampu mengurai panjangnya antrian.

Menurut Direktur RSUD Telukkuantan dr Benni Antomy, rata-rata pengunjung mencapai 500 orang per hari. Pasien tidak hanya masyarakat Kuansing, tapi juga berasal dari kabupaten tetangga seperti Indragiri Hulu, Dharmasraya dan Sijunjung.

Dengan membludaknya pasien, RSUD Telukkuantan menambah jadwal layanan poli klinik. Awalnya, poli klinik hanya dibuka satu sesi dan kini menjadi dua sesi, pagi dan siang. Penambahan jadwal praktek di poli klinik dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Masyarakat yang tidak sempat pagi, bisa datang siang," ujar dr Benni, Rabu (14/5/2025) siang di Telukkuantan.

Dikatakan dr Benni, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap kondisi terkini. Seperti membludaknya pasien, tentu RSUD Telukkuantan perlu menambah kapasitas layanan poli klinik dan rawat inap.

"Hasil evaluasi, dengan meningkatnya kunjungan tentu kami akan menambah kapasitas layanan poli klinik dan rawat inap," kata dr Benni.

"Kemudian, peningkatan kapasitas IGD, mengatur jam kerja dan jadwal poli klinik untuk dokter spesialis," tambah dr Benni.

Ke depan, RSUD Telukkuantan akan menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Dimana, seluruh layanan akan terkoneksi dan tentunya masyarakat akan semakin mudah dalam berobat.

RSUD Telukkuantan berkomitmen untuk meningkatkan layanan dengan melakukan berbagai inovasi. Apalagi, pelayanan kesehatan merupakan program andalan Suhardiman Amby - Muklisin dalam mewujudkan 'Kuansing Hebat Negeri Bersama.' Salah satu program yang dibanggakan masyarakat adalah berobat gratis yang hanya bermodalkan KTP.

Dengan membludaknya pasien, menjadi bukti bahwa RSUD Telukkuantan mendapat kepercayaan dari masyarakat.***