
PEKANBARU – Jumlah hewan kurban yang dipotong pada Iduladha 1447 Hijriah di Provinsi Riau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat sebanyak 57.619 ekor hewan kurban dipotong pada Iduladha yang berlangsung pada 27 Mei 2026, meningkat 7.156 ekor atau 14,18 persen dibandingkan 50.463 ekor pada 2025.
Peningkatan itu terjadi di tengah kekhawatiran sejumlah kalangan terhadap menurunnya daya beli masyarakat yang sempat diproyeksikan berdampak pada pelaksanaan kurban tahun ini.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir melalui Kepala Bidang Agribisnis Peternakan Heri Afrizon mengatakan, peningkatan tersebut terlihat hampir di seluruh jenis ternak kurban yang dipotong selama Iduladha tahun ini.
"Data yang kami himpun dari kabupaten dan kota menunjukkan jumlah hewan kurban pada Iduladha 2026 mencapai 57.619 ekor. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 50.463 ekor," kata Heri Afrizon kepada GoRiau.com, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data tersebut, sapi masih menjadi hewan kurban yang paling banyak dipotong dengan jumlah 38.936 ekor. Angka ini meningkat 616 ekor dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 38.320 ekor.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis kerbau. Jika pada 2025 jumlah kerbau yang dipotong sebanyak 3.702 ekor, pada 2026 meningkat menjadi 6.364 ekor atau bertambah 2.662 ekor.
Sementara itu, jumlah kambing yang dipotong mencapai 7.811 ekor. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan 2025 yang berjumlah 8.281 ekor. Di sisi lain, jumlah domba mengalami lonjakan tajam dari 160 ekor pada 2025 menjadi 4.508 ekor pada 2026.
Dari sisi wilayah, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah hewan kurban terbanyak di Riau. Tercatat sebanyak 10.633 ekor hewan kurban dipotong di Kota Pekanbaru selama Iduladha 2026, meningkat dari 9.435 ekor pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Kampar berada di posisi kedua dengan 8.715 ekor, naik dari 7.641 ekor pada 2025. Selanjutnya Kabupaten Bengkalis mencatat 5.375 ekor, meningkat dibandingkan 5.012 ekor tahun lalu.
Menurut Heri, peningkatan jumlah hewan kurban menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban meski kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan.
"Kami melihat antusiasme masyarakat untuk berkurban tahun ini cukup baik. Hampir seluruh daerah menunjukkan peningkatan jumlah hewan kurban yang dipotong dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau juga menunjukkan Kabupaten Rokan Hulu mencatat 5.151 ekor hewan kurban, Rokan Hilir 4.700 ekor, Kuantan Singingi 4.514 ekor, Siak 3.906 ekor, Indragiri Hulu 3.679 ekor, Indragiri Hilir 3.688 ekor, Pelalawan 3.047 ekor, Dumai 3.509 ekor, serta Kepulauan Meranti 702 ekor.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini didorong oleh bertambahnya jumlah sapi dan kerbau yang dipotong, sementara kambing menjadi satu-satunya jenis ternak yang mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan Iduladha tahun lalu. ***