
PANGKALANKERINCI - Meski tidak terjadi adanya kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, namun terjadi ketidak wajaran harga gas elpiji tabung melon di sejumlah wilayah Pelalawan.
Di Kecamatan Kuala Kampar misalnya, harga gas elpiji tabung melon menyentuh harga Rp 30 ribu, bahkan lebih per tabung di tingkat eceran.
Tingginya harga gas elpiji tabung melon tersebut, dipicu oleh beban biaya transportasi sungai atau laut yang cukup tinggi. Tingginya biaya transportasi berdampak pada harga jual gas kepada masyarakat.
"Gas elpiji ukuran 3 Kg di sini harganya mencapai Rp 30 ribu, bahkan ada yang lebih per tabung," sebut sumber kepada GoRiau.com (GoNews Group), Senin (23/1/2017).
Harga jual gas elpiji ukuran 3 Kg sebesar Rp 30 ribu tersebut, ungkap sumber yang meminta namanya tidak ditulis, untuk harga jual pada tingkat pengecer ke konsumen.
"Semua serba mahal kalau di pulau. Inilah kondisi yang ada, untuk memperoleh elpiji harus mengeluarkan uang lebih banyak," ujarnya.
Baca Juga: Dipatok Rp 2.200 Per Butir, Harga Kelapa di Kuala Kampar Membaik
Baca Juga: Kelapa dan Beras Komoditas Unggulan Kuala Kampar akan Dikembangkan di Pangkalan Kerinci
Kondisi di Kecamatan Kuala Kampar jelas jauh berbeda dengan Kota Pangkalan Kerinci, dimana harga elpiji tabung melon di tingkat pengecer hanya dipatok Rp 23 ribu.
Sedangkan Harga Eceren Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah hanya Rp18 ribu per tabung untuk gas elpiji jenis tabung melon.*** #PELALAWAN