
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Indragiri Hilir (Inhil), Riau, memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha di lapangan Gajahmada Tembilahan, Kamis (24/9/2015).
Sebelum dilaksanakannya Salat yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono dan Komandan Kodim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Suprihanto itu, terlebih dahulu Bupati Inhil, HM Wardan menyampaikan sambutannya.
Dihadapan para jamaah Salat Idul Adha itu, Bupati mengajak mengenang kembali sejarah peringatan Idul Adha yang di dalamnya terekam peristiwa penting tentang kepatuhan seorang Nabi kepada Allah SWT.
Idul Adha, dikatakan HM Wardan adalah wujud keikhlasan yang tak tertandingi. ''Idul Adha adalah hari ketika ajaran Nabi Ibrahim AS menjadi teladan, dan juga menjadi salah satu momen terbesar umat manusia untuk menandai betapa dalam menjalankan perintah sang pencipta,'' ujar Bupati.
Manusia, dikatakannya harus ikhlas merelakan apa pun yang paling berharga dalam hidupnya, termasuk melepas anak terkasih bila itu memang dikehendaki sang khalik.
''Ritual penyembelian Ismail oleh sang ayah, Ibrahim, menjadi salah satu hikmah terpenting dari hakikat Idul Adha,'' lanjutnya.
Saat ini, spirit pengorbanan dengan bobot sekaliber Ibrahim saat menyembelih sang anak, Ismail, dikatakan pemimpin nomor satu di Negeri Seribu Parit itu amat langka dalam konteks kekinian.
''Ia menjadi sebuah kemustahilan bahkan keajaiban. Karena kini hal-hal yang menyangkut pengorbanan telah banyak hilang digantikan dengan spirit mengabdi kepada motif mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya. Semua dilakukan dengan pamrih yang kian lama kian menjauhkan individu dari ikatan-ikatan sosial,'' sebut Bupati.
Untuk itu, dalam momen Idul Adha ini, Bupati mengajak jamaah untuk menguatkan kembali ikatan-ikatan yang telah terlepas itu, olehnya spirit yang terlahir sekian ratus tahun lalu itu menjadi sangat relevan hingga hari ini.
''Idul Adha, adalah saat yang tepat bagi bangsa untuk mengambil hikmah atas hakikat hari raya ini. Bertitik tolak dari hal itu, kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah kita lakukan, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat, sebagai langkah awal bagi kita untuk memperbaikinya dilebaran ini,'' harap HM Wardan.
Setelah Bupati selesai menyampaikan sambutannya, Salat Idul Adha pun kemudian dilangsungkan, yang mana, bertindak sebagai imam adalah H Kursani sedangkan bertindak sebagai khatib adalah Tajuddin Nur.(adv)