
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kejadian demi kejadian terus saja menerpa ummat muslim yang sedang menjalankan ibadah rukun islam kelima, yaitu haji. Kalau kemarin tumbangnya crane, suhu panas, hingga banyaknya jamaah yang meninggal akibat terinjak-injak di Mina saat puncak ibadah haji.
Informasi dari tanah suci Mekkah itu tentu pula menimbulkan banyak tanya dari kalangan keluarga maupun masyarakat suatu daerah yang mana ada warganya naik haji. Begitu juga di Kepulauan Meranti, banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang keadaan 52 jamaah haji asal Kota Sagu itu.Guna menjawab keingin tahuan masyarakat Meranti, GoRiau menghubungi Kasi Haji Kemenag Meranti Hasbullah, Kamis (24/9/2015). Pertama Hasbullah menyampaikan terkait adanya jamaah haji yang meninggal karena suhu panas yang teramat sangat, jamaah haji asal Kepulauan Meranti masih sehat.Kemudian, selang beberapa jam, kejadian menyedihkan kembali menerpa tanah suci Mekah. Dimana, lebih 200 jamaah haji meninggal dunia akibat terinjak-injak saat berada di Mina. Lagi-lagi Hasbullah memberikan informasi yang membuat masyarakat Meranti bisa menghela nafas lega.Menurut Hasbullah, setelah informasi insiden Mina itu beredar, mereka langsung mencari tahu tentang keadaan jamaah haji asal Kepulaun Meranti. Berdasarkan informasi awal, kata Hasbullah, jamaah haji Kota Sagu itu masih lengkap sebanyak 52 orang."Tadi kami berhasil terhubung dengan salah satu jamaah di sana. Informasi awal, semuanya lengkap," kata Hasbullah.Ditambahkannya, memang informasi ini belum berasal dari sumber yang resmi. Namun, untuk menjawab rasa ingin tahu masyarakat banyak, mereka menghubungi jamaah haji asal Kepulauan Meranti yang sedang menunaikan ibadah haji. "Informasi resmi hinggal pukul 19.15 WIB belum kita terima. Untuk informasi awal jamaah kita masih lengkap. Kalau ada perkembangan secepatnya akan kita kabarkan," ujar Hasbullah lagi.Menurut informasi di lapangan (dari jamaah haji asal Kepulauan Meranti, red) tambah Hasbullah lagi, insiden itu terjadi di jalur paling bawah. Dimana, biasanya jalur itu tidak diperuntukkan bagi jamaah asal Asia Tenggara.(zal)