PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski sebagian SPBU di Pekanbaru mulai kekurangan stok, namun itu tidak terjadi merata. Pasalnya, masih ada beberapa SPBU yang ternyata baik stok maupun penjualan lancar-lancar saja. Bahkan sebagian pengelola, heran kalau ada kelangkaan BBM di Pekanbaru.

Seperti yang penuturan Ireng Noviardi, pengelola SPBU Arsyad di Jalan Sudirman, Selasa (27/11/2012) saat ditemui diruangan kerjanya,  ia mengatakan, saat ini belum adanya pengurangan jatah BBM di SPU Arsyad dari pihak PT Pertamina. Bahkan, sebutnya informasi seperti itu belum disampaikan Pertamina."Saat ini, kebutuhan BBM untuk SPBU Arsyad tidak ada pengurangan jatah. Setiap harinya, sesuai yang kita tebus itu selalu dipenuhi Pertamina dan ini artinya tidak ada masalah dalam kebutuhan BBM Subsidi. Saat ini SPBU kita, setiap hari menebus 20 ribu kiloliter BBM Premium," katanya.Sedangkan untuk BBM Solar, kata Ireng yang lebih dikenal Ombak ini, mengatakan di SPBU Arsyad dengan nomor register di Pertamina 14-282-603 ini hanya dapat menebus sebanyak 200 liter setiap harinya. Dikatakannya, selama ini pihaknya tidak ada masalah dalam menebus kebutuhan BBM Premium maupun Solar.Ireng menegaskan, SPBU Arsyad di Jalan Sudirman ini tidak ada menjual BBM Non Subsidi. "SPBU kita ini tidak menjual BBM Non Subsidi. Sebab pihak Pertamina sudah mengeluarkan aturan bakunya," kata Ireng tersenyum.Sementara ditempat terpisah, Rudiansah selaku staf operasional dari pengelola SPBU Ababil, Selasa (27/11/2012) mengatakan, SPBU Ababil dengan nomor register di PT Pertamina 14-281-693, sampai saat ini tidak mengetahui adanya pengurangan jatah BBM subsidi. Pasalnya, belum ada informasi dari PT Pertamina."Di SPBU kita ini belum ada pengurangan jatah BBM Subsidi. Karena memang kita disini hanya menjual BBM Subsidi, baik itu Premium maupun Solar. Karena kalau ditebus dari Pertamina sesuai yang kita ajukan itu selalu terpenuhi saat ini. Hal pengurangan jatah BBM di akhir tahun, belum diketahui," katanya.Rudiansah mengatakan, memang kalau dari pemberitaan dilansir media massa itu, benar ada kemungkinan terjadi kekurangan stok BBM Subsidi. Tetapi untuk saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari PT Pertamina yang sebagai pengelola. Kalau di SPBU Ababil ini tidak ada permasalahan."Setiap harinya, dari penjualan, kita itu membutuhkan 30 kiloliter. Ini selalu terpenuhi oleh pihak Pertamina saat kita ajukan penebusan. Begitu juga untuk BBM Solar memang hanya 250 liter perharinya ditebus. Alhamdullilah ini selalu terpenuhi. Mudahan, tidak terjadi pengurangan itu," ujarnya.Dikatakannya, kalau memang terjadi kekurangan pasokan atau kuota di Riau, biasanya ada pengurangan jatah SPBU hingga 50 persen. Hal itu tentunya kata Rusdiansah, mau tidak mau harus diterima pihak SPBU. Sebab, yang menentukan regulasinya adalah kewenangan dari pihak Pertamina."Kalau memang nantinya terjadi pengurangan BBM di akhir tahun. Mau tidak mau, tentu kita dari SPBU harus menerimanya. Karena inikan kewenanganya Pertamina. Kita di SPBU hanya mengikuti aturan pemerintah saja. Kalau memang tidak dapat jatah sebagaimana kebutuhan kita, mau bagaimana lagi," ungkapnya. Kehabisan BBM SubsidiSementara itu, sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru, Riau, mulai kehabisan BBM bersubsidi sehingga terpaksa tidak  bisa melayani konsumen. Berdasarkan pantauan antarariau.com sebagaimana dikutip www.goriau.com, Selasa, dua SPBU di sekitar Kecamatan Rumbai Pesisir tak lagi memiliki persediaan BBM subsidi. Kondisi yang sama juga terlihat di APMS di Kecamatan Senapelan yang berlokasi tak jauh dari Jembatan Siak III.Petugas di SPBU memasangkan plang bertuliskan permintaan maaf karena persediaan BBM habis. Sementara itu, satu-satunya SPBU di Rumbai yang masih memiliki persediaan BBM berada, terlihat mengerahkan semua pegawainya untuk melayani pembeli agar tak terjadi antrean kendaraan yang panjang. Satu SPBU yang masih memiliki persediaan di daerah Rumbai berlokasi di sekitar Jalan Kahyangan."Mulai tadi malam BBM subsidi mulai susah didapat karena SPBU mengaku kehabisan stok," kata seorang warga, Rudi, yang ditermui saat mengisi bensin.Ia mengatakan langsung mengisi penuh tangki kendaraannya untuk mengantisipasi apabila kondisi kekosongan stok BBM subsidi makin parah. Meski begitu, kepanikan dari konsumen belum terlihat karena warga rata-rata masih membeli BBM dalam jumlah normal.Sebelumnya, SPBU di Riau kerap kali mengalami kehabisan BBM subsidi. Akibatnya adalah kuota BBM subsidi untuk Riau pada tahun ini memang jauh berkurang dari sebelumnya.Namun, kondisi kekurangan stok seharusnya bisa dihindari pada tahun ini karena Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko beberapa waktu lalu memastikan tambahan kuota untuk Riau.Tambahan kuota BBM subsidi mencapai 4,04 juta kiloliter (KL) yang telah disetujui DPR diyakininya sudah disalurkan sebagian. Ada tiga daerah yang jadi prioritas untuk daerah yang telah habis kuotanya, yakni di Riau, Jakarta, dan Kalimantan.Bukan Gagal ProduksiPT Pertamina Refinery Unit II menyatakan, kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium dan solar di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Riau bukan disebabkan adanya kegagalan produksi di Kilang Dumai."Sejauh ini produksi minyak di Kilang Pertamina RU II Dumai tidak ada masalah dan masih lancar-lancar saja," kata Legal and General Affairs Manager Pertamina RU II Dumai, Hendra Tria Putra Nasution, Selasa.Begitu juga dengan distribusi premium ataupun solar, menurut dia, masih dalam kondisi yang baik dan tanpa kendala.Hendra mengatakan, wilayah ditristibusi minyak hasil produksi Kilang Pertamina RU II Dumai mengarah pada lima provinsi yang didistribusikan lewat Pertamina Unit Pemasaran (UPMs) I.Lima wilayah yang dimaksud, demikian Hendra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau dan Provinsi Riau."Sementara untuk yang mengatur masalah distribusi BBM ini adalah pihak Bidang Perencanaan Operasi Pertamina Pusat," katanya.Dia menjelaskan, Kilang Pertamina RU II Dumai sejauh ini masih mengelola sebanyak 170 ribu barell minyak bumi per hari yang di bagi menjadi berbagai jenis bahan bakar baik solar maupun premium."Produksi minyak bumi tersebut, sudah termasuk dengan kilang Sei Pakning yang juga berada di wilayah Provinsi Riau," katanya.Sebelumnya untuk beberapa wilayah kabupaten dan kota di Riau sempat mengalami kelangkaan BBM bersubsidi.Selain di Kota Dumai, kelangkaan BBM juga terasa di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, karena sejak pagi hari ini, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ini mulai kehabisan BBM bersubsidi sehingga terpaksa tidak bisa melayani konsumen. (rdi/ant)