
PEKANBARU, GORIAU.COM - Untuk pertama kalinya, tim karete Riau mengukir sejarah untuk bumi Lancang Kuning dengan meraih medali emas PON XVIII. Sudah 39 tahun penantian itu akhirnya tercapai juga.
''Kita ikut PON sejak tahun 1973 silam. Baru di POB XVIII di Riau ini selaku tuan rumah, kita meraih medali emas cabor karate. Ini merupakan sejarah penting buat atlet karate,'' kata Ketua Umum Forki Riau, Dheni Kurnia, Jumat (14/9/2012) di Pekanbaru.
Menurutnya, waktu 39 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk meraih prestasi gemilang itu. Dalam event akbar empat tahunan itu, tim karate Riau selalu saja terpuruk dan tidak pernah diandalkan.
''Tapi kali ini, satu atlet kita meraih medali emas. Perjuangan untuk mendapatkan itu bagi kami bukan hal yang mudah,'' kata Dheni.
Masih menurut Dheni, atlet putri  yang medali emas itu adalah Asmaul Husna (19) yang tanding di kelas +68 kg. Dengan meraih mendali emas ini, otomatis, Asmaul Husna akan mengikuti Pelatnas.
''Usai PON ini atlet ini akan mengikuti Pelatnas dan akan dipersiapkan untuk event yang lebih besar lagi," kata Dheni.
Sejuah ini, pihak Forki Riau, belum dapat menjanjikan bonus terhadap atletnya. Namun demikian, pihaknya hanya akan membawa Asmahul Husna untuk tanding kareta terbuka tingkat Asean di Bangkok, Thailand bulan depan.
''Jika di Thailand nanti bisa menang, kita akan membawa bertanding lagi ke Perancis. Hanya bonus ini yang baru bisa kita janjikan,'' kata Dheni. (*/rls)