
PEKANBARU, GORIAU.COM - Puluhan massa dari Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (15/6/2015) siang. Demonstrasi dilakukan untuk mendesak Kejati Riau mengusut sejumlah pejabat pemerintahan yang diduga melakukan korupsi.
Dengan membawa berbagai spanduk tuntutan, massa Bara Api menyampaikan orasi di depan gerbang Kejati Riau. Ini sebagai bentuk kekecewaan atas pembiaran perbuatan jahat pejabat, yang dinilai telah merugikan negara. Pejabat ini berdinas dibeberapa SKPD diantaranya kabupaten Rohul, Rohil, Pekanbaru dan Riau secara keseluruhan.
"Kita minta Kejati proses secara hukum Kadispenda Rohul yang diduga melakukan kelebihan penyetoran perjalan dinas puluhan juta Rupiah. Lalu kami minta periksa juga Kadispora Rohul yang diduga melakukan korupsi anggaran penghargaan untuk tenaga pendidik dan belanja hibah pendidikan," teriak koordinator lapangan Yowan Febrianto.
Tuntutan lainnya, meminta Kejati memeriksa Kadisdukcapil Rohul, mengecek kontal tani nelayan andalan (KTNA) Rohul, termasuk mengusut keterlibatan Bupati Rohul dalam dugaan anggaran realisasi belanja tak terduga Bupati, pembayaran honorium, penganggaran honor Muspida, yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan pemerintah.
"Untuk Pekanbaru, kami minta Kejati melakukan evaluasi ulang, atas kebijakan walikota dalam menempatkan Kepala Dinas di SKPD nya yang kami anggap kurang profesional dalam menjalankan Tupoksi," sambungnya.
Selain itu, massa Bara Api juga menginginkan Kejati Riau bertindak tegas serta meminta PLT Gubri untuk lebih profesional dalam penempatan seorang kepala dinas di SKPD yang sebelumnya banyak dugaan indikasi korupsi. "Seperti Bansos, pengadaan alat kesehatan, pengadaan dan pemasangan PJTUS, dan sebagainya," tutup Yowan.
Aksi massa sempat memanas, lantaran Bara Api menilai Kejati tidak memberikan respon yang baik. Sebab itu, puluhan massa langsung memblokade jalan jendral Sudirman, dan melakukan aksi tidur di jalan. Beruntung ini dapat segera diantisipasi oleh kepolisian, dan berhasil menghalau massa untuk kembali masuk ke barisan.
Setelah melakukan dialog dengan pihak Kejati yang diwakili Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan, massa pun lalu membubarkan diri, sekitar pukul 12.00 WIB. Massa berencana akan melanjutkan aksi serupa di kantor Kejari Pekanbaru, dan menggelar longmarch dari Kejati Riau.
"Itu bisa jadi dasar dan bukti awal permulaan penyelidikan pihak kita. Bisa nanti kita akan lakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang menurut Bara Api terlibat indikasi korupsi. Kita juga menerima tuntutan mereka untuk ditindaklanjuti," ujar Mukhzan meyakinkan massa. (had)