
SELATPANJANG - Untuk kelima kalinya, Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau, menggelar lomba campang sampan. Tahun 2017 ini, sebanyak 24 grup ikut berpacu di laut Desa Alai.
Pembukaan lomba campang sampan langsung oleh Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, T Akhrial, Senin (21/8/2017). Saat pembukaan dihadiri pula beberapa pejabat daerah, baik pejabat kecamatan hingga kabupaten. Terlihat juga anggota legislatif Kota Sagu.
Kepada GoRiau, Kades Alai Ruslan mengatakan, lomba campang sampan 2017 ini merupakan kelima kali digelar di sana. Lomba tersebut awalnya dicetus pada tahun 2013 yang lalu.
Memang, diakui Ruslan pada tahun 2016 tidak dibuat lomba campang sampan, namun tahun sebelumnya mereka menggelar sebanyak dua kali. Yaitu pada saat HUT RI dan HUT Kepulauan Meranti.
"Kita sudah lima kali menggelar lomba campang sampan ini," kata Ruslan melalui sambungan telepon genggamnya.
Ruslan mengatakan, tahun 2017 peserta lomba campang sampan lebih banyak dari tahun sebelumnya. Saat ini diikuti sebanyak 24 grup dari desa yang berada di Tebingtinggi Barat. "Kalau jumlah peserta setiap tahun meningkat. Tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya," katanya lagi.
Pada lomba campang 2017 ini, kostum peserta tak lagi dinilai. Sehingga, banyak peserta menggunakan pakaian berwarna warni. Kalau sebelumnya, ada pakaian yang dikenakan peserta juga dinilai selain sampai terlebih dahulu ke garis finish.
Campang saat bersampan merupakan aktivitas warga yang bekerja di laut. Hal itu lumrah dilakukan warga pesisir, Kepulauan Meranti, Riau.
Saat bercampang, kebanyak warga duduk di sampan. Dayung direngkuh dari sisi kiri dan kanan agar haluan sampan tetap lurus atau sesuai keinginan (arahnya). Berbeda dengan berdayung, harus berdiri (sangat jarang ada warga berdayung sambil duduk seperti di negara barat/ berdayung mundur). Kebiasaan warga dalam beraktivitas sehari-hari di laut inilah akhirnya menjadi motivasi desa untuk membuat lomba campang sampan. ***