
TELUKKUANTAN –Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi kandidat terkuat wakili Riau pada ajang nasional bidang penilaian pembangunan daerah. Selain Kuansing, ada dua kabupaten lain yang menjadi nominasi penghargaan pembangunan daerah, yakni Indragiri Hilir (Inhil) dan Rokan Hulu (Rohul).
Menurut Maisir, Kepala Bappeda Litbang Kuansing, ada empat aspek dan kriteria penilaian yang bisa menjadikan Kuansing sebagai kandidat terkuat.
"Ada aspek pencapaian pembangunan, aspek kualitas dokumen RKPD, aspek proses penyusunan dokumen RKPD dan aspek inovasi," ujar Maisir, Selasa (15/2/2022) di Telukkuantan.
Untuk aspek inovasi, Kuansing mengajukan pengembangan batik. Saat ini, Pemkab Kuansing sedang mengembangkan kerajinan batik jalur.
Dikatakan Maisir, pihaknya bersama Kepala DiskopUKM Dagrin Kuansing, Azhar sudah menjalani sesi wawancara oleh tim penilai independen pada Senin (14/2/2022). Maisir yakin bahwa Kuansing dengan inovasi batik, mampu dan layak menjadi yang terbaik pada penilaian penghargaan pembangunan daerah tahun 2022.
Senada dengan itu, Azhar mengemukakan beberapa alasan, yakni batik sebelumnya belum pernah ada di Kuansing. Sejak tahun 2016, batik mulai tumbuh dengan tuga KUB.
"Dalam dua tahun terakhir, kelompok batik tumbuh dan berkembang dengan pesat sehingga pada Desember 2021, KUB batik sudah mencapai 22 kelompok dengan 214 tenaga," ujar Azhar. Target pemerintah, dalam tiga tahun ke depan jumlah tenaga pembatik diharapkan bertambah menjadi 1.000 orang.
Usaha batik mampu menambah pendapatan masyarakat, yang pada akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Azhar, rata-rata pendapatan Rp2 juta per orang.
Dikatakan Azhar, batik mampu berkembang pesat di Kuansing karena kekayaan budaya. Dengan motif lokal ini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kuansing.
Di sisi lain, Pemkab Kuansing mendukung penuh usaha perkembangan batik dengan mengeluarkan kebijakan berupa aturan dalam bentuk Perbup dan Surat Edaran yang mengimbau ASN untuk memakai batik lokal.***