
PEKANBARU, GORIAU.COM - Front Mahasiswa untuk Merebut Minyak Riau (Formatur) menggelar aksi demontrasi di gedung DPRD Riau, Senin (17/11/2014). Mereka menolak kehadiran PT Medco dan grupnya di blok minyak tersebut.
Aksi yang dilakukan oleh aktifitas mahasiswa dari berbagai organisasi ini dilakukan di gedung DPRD Riau dan dikawal oleh puluhan aparat keamanan. Mereka berorasi meneriakkan agar blok minyak tersebut diserahkan kepada daerah.
Dkatakan, kontrak karya pengelolaan Blok Kampar (Central Sumatera Block) sudah berakir 27 November 2013, dan Medco sudah tidak boleh lagi melanjutkan kontrak karya tersebut. 'Sesuai pasal 33 UU 1945, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,'' ujar Syu'ib, Koordinator Lapangan Formatur saat berorasi.
Pada kesempatan itu, Formatur menuntut pemerintah provinsi Riau dan DPRD agar lebih proaktif dan serius dalam menyikapi Blok Kampar agar dikelola oleh daerah. Menuntut pemerintah pusat melalui Kemen ESDM RI menyerahkan alihkan Blok Kampar kepada pemerintah daerah kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan oleh Gubernur Riau.
''Kami juga menolak dengan tegas lelang terbuka terhadap Blok Kampar. Dan mendesak Pemkab Pelalawan dan Inhu serta Pemprov Riau untuk serius mempersiapkan diri untuk alih kelola Blok Kampar,'' tegasnya.
Pada kesempatan itu, para mahasiswa juga mengatakan bertekad akan terus melaksanakan perjuangan dengan cara yang lebih masif sampai perjuangan ini berhasil dan jika dalam waktu 3 x 24 jam hal itu tak ditanggapi dengan serius, maka Formatur berjanji akan turun dengan massa yang lebih besar.
Setelah diterima anggota DPRD Riau, massa akhirnya menyerahkan pernyataan sikap untuk ditindaklanjuti oleh DPRD Riau. ***